Selasa, 20 November 2018

Ketahui 5 Unsur dalam Keringat yang Memicu Bau Badan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keringat berlebih. shutterstock.com

    Ilustrasi keringat berlebih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tubuh pasti mengeluarkan keringat ketika kita melakukan aktivitas berat atau cuaca sedang panas. Keringat berfungsi untuk menurunkan suhu tubuh dan beradaptasi dengan lingkungan.

    Baca juga:
    4 Tips agar Terhindar dari Bau Badan
    Daftar Makanan Penghilang Bau Badan
    Isi Deodoran yang Penting untuk Hilangkan Bau Ketiak

    Ketika tubuh mulai kepanasan, kelenjar keringat di bawah kulit mengeluarkan zat cair dan muncul ke permukaan kulit. Ketika zat cair ini menguap, subu tubuh akan menurun namun acap kali disertai bau tak sedap alias bau badan.

    Keringat sejatinya tidak menimbulkan memiliki bau. Contohnya ketika Anda menyeka keringat di alis dan menciumnya, tidak ada bau yang keluar. Namun ketika kita mencium bau keringat di ketiak atau beberapa sudut tubuh lainnya, keringat itu beraroma tak sedap. Lalu, kenapa keduanya bisa berbeda?

    Berikut ini 5 unsur di dalam keringat yang menimbulkan bau badan, seperti dikutip dari Howstuffworks:

    1. Bakteri
    Manusia memiliki 2 jenis utama kantung keringat. Pertama Eccrine atau kantung yang memproduksi keringat yang seperti air dan asin dan terdapat sekitar 2 sampai 5 juta kantung eccrine di seluruh tubuh.

    Kantung kedua adalah Apocrine yang terletak di ketiak dan selangkangan. Kantung ini tumbuh dan berfungsi setelah masa puber. Kantung Apocrine memproduksi keringat yang lebih kental yang terdiri dari air, protein, lipid, asam lemak, kolesterol, dan garam yang mengandung besi.

    Ketika kita berkeringat, bakteri menyebar di kulit. Bakteri seperti Staphylococcus epidermis dan S. aureus memecah keringat dan menghasilkan produk sampingan yang menyebabkan bau tidak sedap.

    Ilustrasi bau badan. shutterstock.com

    2. Protein
    Sebagian orang akan mengalami bau badan setelah bekerja berat atau berolahraga. Musababnya, tubuh sedang memproses protein menjadi enegi, dengan membuang nitrogen dan mengubah molekul yang tersisa menjadi glukosa untuk energi. Nitrogen yang terbuang menyatukan diri membenruk amonia yang dikeluarkan melalui urine dan keringat.

    3. Androstenon
    Selain bakteri, kantung apocrine, kantung eccrine, dan kantung rambut pada ketiak, keringat ketiak juga mengandung androstenone dan steroid lain. Pada manusia, androstenone memproduksi bau yang tidak sedap.

    4. Asam lemak
    Tidak hanya bau badan, sebagian orang juga mengalami bau kaki. Bau kaki disebabkan oleh bakteri yang bercampur dengan keringat dalam sepatu dan kaus kaki sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Peneliti yang mempelajari bau kaki menemukan tingkat asam lemak yang tinggi pada orang dengan bau kaki.

    Asam lemak tersebut adalah asam isovaleric, sebuah rantai asam lemak yang biasanya ada dalam keju dan bir. Selain itu, keringat juga mengandung asam propionic, asam lemak yang menyebabkan bau kuat padacuka.

    5. Kulit
    Apa yang ada di permukaan kulit juga bertanggung jawab atas aroma yang keluar dari tubuh. Terdapat 100 macam senyawa organik yang mudah menguap pada kulit manusia, salah satunya adalah benzothiazole, senyawa sulfur yang berbau tidak sedap yang seringkali digunakan sebagai zat adiktif makan. Menurut peneliti aroma, konsentrasi senyawa ini bervariasi seiring bertambahnya usia.

    DWI NUR SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.