Bahaya Kekurangan Kolagen dan Asam Hialuronat, Keriput

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sedih dengan kulitnya yang mulai keriput. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sedih dengan kulitnya yang mulai keriput. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kolagen dan asam hialuronat adalah zat di dalam kulit dan jaringan ikat lain. Asam hialuronat diperlukan untuk mengikat kolagen dengan elastin, yaitu serat yang memberikan kulit peregangan. Tubuh secara alami merusak dan mendaur ulang kolagen dan asam hialuronat secara terus menerus.

    Namun, paparan sinar matahari yang berlebihan dan kekurangan nutrisi dapat membuat berkurangnya jumlah kolagen dan asam hialuronat yang mengakibatkan degradasi jaringan ikat. Akibatnya kulit menjadi keriput, tulang rawan menipis, rambut rapuh, dan tanda penuaan lain. Beberapa suplemen dapat memperlambat penurunan dan merangsang jumlah kolagen dan asam hialuronat di dalam kulit.

    Kolagen merupakan protein yang banyak ditemukan pada jaringan berserat seperti kulit, ligamen, dan tendon, juga banyak terdapat di tulang rawan, tulang, dan pembuluh darah. Semua jaringan ikat, terutama kulit, memiliki siklus perbaikan dan regenerasi yang konstan.

    Mengutip livestrong.com, tingkat kerusakan kolagen meningkat secara signifikan setelah usia 40 tahun, tidak hanya karena faktor penuaan alami tapi juga dipengaruhi faktor nutrisi dan lingkungan. Untuk menjaga keseimbangan kolagen pada kulit dibutuhkan suplemen untuk mendorong produksi kolagen.

    Baca juga:
    5 Cara Alami Wajah Awet Muda Tanpa Suntik dan Bedah Plastik
    3 Zat pada Kulit yang Bikin Awet Muda
    Bukan Hanya Daun Kelor, Minyak Biji Kelor juga Sahabat Kecantikan

    Sementara asam hialuronat juga ditemukan di semua jaringan ikat karena dibutuhkan untuk mengikat kolagen dengan elastin. Kekurangan asam hialuronat dapat menyebabkan pelumasan pada sendi dan elastisitas kulit berkurang, kerusakan tulang rawan dan kendur, serta kulit keriput. Seiring bertambahnya usia, produksi asam hialuronat juga berkurang.

    Penurunan jumlah kolagen dan asam hialuronat merupakan proses alami yang tidak dapat dihentikan namun bisa menjadi tidak seimbang dengan penuaan. Cara memperlambat penurunannya dapat dilakukan dengan mengurangi faktor yang dapat dikontrol, seperti radiasi UV dari matahari, merokok, kekurangan vitamin, air terklorinasi, dan olahraga yang berdampak tinggi.

    Anda juga dapat mengkonsumsi makanan yang mengadung vitamin C, lisin, dan prolin untuk merangsang tubuh memproduksi kolagen dan asam hialuronat. Putih telur dan inti benih gandum adalah sumber prolin yang baik, sedangkan semua daging, ikan, produk susu, dan kacang-kacangan adalah sumber lisin yang baik. Produk kedelai, makanan kaya magnesium, dan rumput laut seperti kelp atau rumput laut besar merangsang produksi asam hialuronat.

    Selain makanan, tambahan suplemen yang mengandung kolagen dan asam hialuronat juga diperlukan, bisa berbentuk krim topikal atau diminum secara langsung, bahkan disuntikkan langsung ke dalam kulit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara