Ada 9 Jenis Minyak untuk Memasak, Mana yang Baik untuk Kesehatan

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Selasa, 22 Agustus 2017 14:31 WIB

Ilustrasi minyak masak. Americanhouse.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sekarang banyak pilihan minyak untuk memasak. Ketika pergi ke pasar swalayan dan melihat rak minyak, kita bingung mana yang paling baik dan sehat.

Professor jurusan nutrisi klinis di Universitas Texas Barat Daya di Amerika Serikat, Jo Ann Carson, berpendapat selama lebih dari 10 tahun terakhir, pemikiran soal minyak untuk memasak sudah berubah. Dengan semakin banyaknya pilihan, konsumen jadi ragu mana yang lemak tak sehatnya paling sedikit dan mana yang bisa membantu meningkatkan kesehatan.

Agar tak bingung saat memilih minyak untuk memasak, mari kita kenali beberapa jenis minyak untuk memasak berikut ini, seperti dikutip dari Live Science:

1. Minyak avokad
Kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang mencapai 70 persen alias yang tertinggi dibanding minyak masak lain. Minyak avokad baik digunakan untuk memasak tapi harganya cukup mahal dan sulit didapat.

2. Minyak kanola
Kanola juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang tinggi, yakni sekitar 62 persen, dan lemak tak jenuh ganda 32 persen. Minyak kanola hanya mengandung 7 persen lemak jenuh serta diperkaya lemak omega-3. Dalam sebuah penelitian pada 2013 disebutkan bahwa penggunaan minyak kanola bisa menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) sehingga menurunkan risiko penyakit jantung. Minyak kanola bisa digunakan untuk memasak apa saja dan praktis. Harganya pun tak terlalu mahal.

3. Minyak kelapa
Minyak kelapa diklaim sebagai alternatif yang lebih baik dari mentega. Warnanya putih dan membeku dalam suhu dingin sehingga lebih mirip mentega dibanding minyak. Banyak konsumen yang tergoda menggunakannya karena pernyataan sehatnya minyak kelapa. Namun melalui berbagai penelitian ditemukan fakta bahwa kandungan lemak jenuh minyak kelapa sangat tinggi, yakni 92 persen, sehingga bisa menaikkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.

4. Minyak biji anggur
Minyak ini dibuat dari biji buah anggur yang tidak dipakai dalam pembuatan minuman anggur. Minyak ini juga bisa digunakan untuk apa saja, mulai memanggang, menumis, sampai ditambahkan pada salad. Minyak anggur mengandung 71 persen lemak tak jenuh ganda, 17 persen lemak tak jenuh tunggal, dan 12 persen lemak jenuh. Namun dari sebuah laporan di jurnal Nutrition and Metabolic Insights pada 2016 disebutkan tidak diketahui pasti apa manfaat kesehatan minyak biji anggur ini.

5. Minyak zaitun
Banyak orang yang meniru pola hidup sehat masyarakat di kawasan Mediterania dengan menggunakan minyak zaitun untuk memasak. Jenis yang banyak digunakan adalah extra virgin dan minyak zaitun murni. Minyak extra virgin didapat dari perasan pertama buah zaitun sehingga rasa dan aromanya lebih kuat, serta proses yang lebih sedikit, tapi lebih mahal dibanding jenis minyak zaitun lain. Versi rafinasinya disebut minyak zaitun murni dan warnanya lebih terang, serta aromanya lebih ringan. Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang sangat tinggi, yakni 77 persen serta mengandung zat antioksidan yang disebut polifenol.

6. Minyak kacang tanah
Minyak kacang tanah juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang tinggi, 49 persen, dan 33 persen lemak tak jenuh ganda, serta lemak jenuh 18 persen. Minyak ini juga bisa digunakan pada suhu sangat tinggi.

7. Minyak wijen
Minyak wijen biasa digunakan di Asia, terutama India dan Timur Tengah. Kandungan lemak tak jenuh gandanya 46 persen dan lemak tak jenuh tunggal 40 persen sehingga dianggap sebagai kombinasi yang baik. Kandungan lemak jenuhnya hanya 14 persen.

8. Minyak biji bunga matahari
Warnanya terang dan tanpa aroma menyengat. Kandungan lemak tak jenuh gandanya 69 persen dan lemak tak jenuh tunggal 20 persen, sedangkan lemak jenuhnya hanya 11 persen, dan membuat minyak ini diklaim pilihan sehat buat jantung. Minyak biji Bungan matahari juga bisa digunakan pada temperatur sangat tinggi.

9. Minyak sayur
Dulu, minyak sayur adalah minyak kedelai. Tapi kini campuran dari berbagai jenis minyak. Kandungan lemak tak jenuh ganda minyak kedelai adalah 61 persen, lemak tak jenuh tunggal 24 persen, dan lemak jenuh 15 persen. Minyak kedelai juga mengandung lemak omega-3 sahabat jantung, sama seperti yang ditemukan pada ikan sardin dan salmon. Minyak kedelai tak memiliki rasa dan aroma tertentu.

PIPIT

Berita lainnya:
Kanker Ovarium Lebin Rentan Dialami Perempuan Lajang?
Usia Paling Rentan Nyeri Punggung dan Apa Saja Penyebabnya
Menjadi Vegan Tak Hanya Sayang Hewan, Simak 8 Manfaat Lainnya

Berita terkait

Promo Super Indo Awal Mei, Minyak Goreng Super Hemat

2 hari lalu

Promo Super Indo Awal Mei, Minyak Goreng Super Hemat

Peritel produk makanan Super Indo Supermarket menghadirkan beragam promo potongan harga atau diskon di akhir April hingga menjelang Mei 2024.

Baca Selengkapnya

Kemendag Berencana Selesaikan Utang Selisih Harga Minyak Goreng Bulan Depan

6 hari lalu

Kemendag Berencana Selesaikan Utang Selisih Harga Minyak Goreng Bulan Depan

Isy Karim mengatakan Kemendag akan memperjuangkan utang selisih harga minyak goreng yang tersendat sejak awal 2022.

Baca Selengkapnya

Kementerian Perdagangan Sebut Utang Rafaksi Minyak Goreng Segera Dibayar

8 hari lalu

Kementerian Perdagangan Sebut Utang Rafaksi Minyak Goreng Segera Dibayar

Kementerian Perdagangan mengatakan bahwa utang rafaksi minyak goreng akan segera dibayarkan.

Baca Selengkapnya

Harga Daging dan Cabai Turun di Akhir Libur Lebaran 2024

17 hari lalu

Harga Daging dan Cabai Turun di Akhir Libur Lebaran 2024

Harga komoditas pangan seperti daging, telur, cabai, dan garam turun pada Senin, 15 April 2024.

Baca Selengkapnya

Ratusan Kilogram Beras dan Minyak Goreng Ditemukan di Jalur Tikus Indonesia-Malaysia

22 hari lalu

Ratusan Kilogram Beras dan Minyak Goreng Ditemukan di Jalur Tikus Indonesia-Malaysia

Badan Karantina di Pos Lintas Batas Negara Entikong menemukan ratusan kilogram beras dan minyak goreng di jalur tikus perbatasan RI-Malaysia.

Baca Selengkapnya

Pertamina Kembangkan Penggunaan Minyak Goreng Bekas untuk Campuran Bahan Bakar Pesawat

27 hari lalu

Pertamina Kembangkan Penggunaan Minyak Goreng Bekas untuk Campuran Bahan Bakar Pesawat

Penggunaan campuran minyak goreng bekas ditargetkan 1 persen pada 2027

Baca Selengkapnya

Luhut soal Utang Minyak Goreng Rp 474 Miliar: Kasihan Pedagang Itu, Mereka Modalnya Terbatas

38 hari lalu

Luhut soal Utang Minyak Goreng Rp 474 Miliar: Kasihan Pedagang Itu, Mereka Modalnya Terbatas

Menteri Luhut Pandjaitan menegaskan pemerintah berkomitmen memenuhi pembayaran utang selisih harga atau rafaksi minyak goreng kepada para pedagang.

Baca Selengkapnya

Relaksasi HET Diklaim Redam Kenaikan Harga Beras di Jawa Barat

43 hari lalu

Relaksasi HET Diklaim Redam Kenaikan Harga Beras di Jawa Barat

Bahan makanan yang diwaspadai bergerak naik menjelang Hari Raya Lebaran di antaranya beras, daging ayam, telur, serta minyak goreng.

Baca Selengkapnya

Menteri Teten Pamer Kelebihan Minyak Makan Merah di DPR: Murah hingga Dipuji Chef Juna

44 hari lalu

Menteri Teten Pamer Kelebihan Minyak Makan Merah di DPR: Murah hingga Dipuji Chef Juna

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yakin minyak makan merah atau M3 bakal laku di pasaran sebagai alternatif minyak kelapa sawit.

Baca Selengkapnya

Mendag Zulkifli Hasan Tanggapi Minyak Makan Merah: Bagus Sekali

46 hari lalu

Mendag Zulkifli Hasan Tanggapi Minyak Makan Merah: Bagus Sekali

Zulkifli Hasan tidak menjelaskan secara detail mengenai bagaimana pendistribusian minyak makan merah nantinya.

Baca Selengkapnya