Kiat Belanja Online dengan Aman  

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Senin, 28 November 2016 13:00 WIB

Ilustrasi belanja online. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang diselenggarakan setiap 12 Desember, konsumen pengguna platform e-commerce perlu melakukan transaksi online dengan cara yang aman dan nyaman.

Menurut data dari Lembaga kajian ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, disebutkan nilai perdagangan elektronik atau yang lebih akrab dengan sebutan e-commerce tersebut pada 2016 ini diprediksi mencapai US$ 24,6 miliar atau setara dengan Rp 319,8 triliun.

Meskipun situs belanja daring (online) tersebut telah melakukan upaya terbaik mereka untuk melindungi data konsumen, tapi penjahat siber terus berusaha untuk mencuri data pelanggan e-commerce untuk kepentingan tertentu.

Beberapa hal yang biasanya dilakukan penjahat siber tersebut untuk menjebak pelanggan e-commerce, di antaranya:

1. Menawarkan barang kepada konsumen melalui situs Internet yang mencurigakan
Biasanya, penjahat siber selalu mengatur agar jebakannya atau situs belanja tadi terlihat seperti aslinya dan sangat sulit untuk dikenali sebagai jebakan. Selain itu, penjahat siber belakangan juga diketahui sering mengirim berbagai tawaran spesial melalui surat elektronik (e-mail).

Tawaran spesial tersebut juga terkadang merupakan salah satu siasat pengelabuan (phishing) yang dilakukan penjahat siber agar pembeli mengunjungi situs belanja online palsu yang ingin mencuri informasi dan bahkan uang pengunjung website palsu tadi, karena itu, pengunjung harus lebih cermat sebelum mengunjungi website tertentu.

2. Gunakan kartu kredit untuk melakukan transaksi secara online
Pasalnya kartu kredit tidak hanya dapat melacak setiap pembelian yang dilakukan konsumen, tapi juga dapat menghubungi perusahaan penerbit kartu kredit tersebut apabila ada tagihan yang dinilai mencurigakan. Sebagian besar perusahaan kartu kredit biasanya akan menghubungi penjual suatu produk di situs belanja online tadi agar dapat membalikkan biaya yang dikeluarkan tadi.

3. Aktifkan fitur autentikasi dua faktor pada setiap kesempatan
Autentikasi dua faktor tersebut mengharuskan pengguna untuk memasukkan nama pengguna (username) dan kata sandi (password) untuk mengakses akun pelanggan. Selanjutnya, kode akan dikirim ke telepon seluler atau e-mail milik pengguna atau dibuat pada perangkat bergerak (mobile) tersebut melalui sebuah aplikasi, seperti Authenticator dari Google.

Fitur autentikasi dua faktor tersebut juga sekaligus memperingatkan pengguna apabila ada orang lain yang ingin mengakses akun mereka, tapi tidak berhasil karena gagal memasukkan kode yang benar.

4. Pastikan HTTPS berwarna hijau
HTTPS merupakan sebuah protokol yang mengenkripsi data konsumen ketika dikirim melalui Internet. Bila halaman pembayaran (checkout page) yang dikunjungi tidak memiliki HTTPS berwarna hijau, jangan memasukkan data pribadi dan finansial karena khawatir akan dibobol penjahat siber.

5. Perbarui perangkat lunak
Pastikan semua perangkat lunak dan perangkat keras pelanggan sudah diperbarui atau up-to-date. Penjahat siber sering mengeksploitasi setiap kelemahan yang ada atau biasanya disebut bug, yang bisa ditemukan pada perangkat lunak yang kedaluwarsa (outdated). Penjahat siber biasanya akan menginfeksi perangkat pelanggan melalui perangkat lunak tersebut untuk mencuri data pribadi ketika melakukan pembelian online.

6. Mengetik sendiri URL yang ingin dikunjungi
Sebaiknya tidak mengambil jalan pintas dengan melakukan klik. Banyak e-mail jebakan menyertakan tautan yang tampak asli dan sulit dikenali sebagai jebakan. Selalu lebih aman untuk mengetik URL sendiri. Hindari mengeklik tautan atau lampiran yang ada pada e-mail promosi.

7. Pasang antivirus pada semua perangkat
Perangkat lunak keamanan device dapat mendeteksi dan menghadang serangan jebakan dan serangan dari situs Internet jahat pada PC dan perangkat bergerak. Setia pada situs yang pelanggan percayai dan dikenal secara umum.

8. Situs Internet jebakan
Beberapa situs berusaha meyakinkan pembeli untuk tidak membeli melalui Amazon, misalnya, karena situs belanja online tersebut sudah tidak bisa dipercaya dan kerap menipu tanpa mau bertanggung jawab. Penjahat siber biasanya memikat pembeli dengan menawarkan produk yang sangat murah dan ulasan-ulasan positif yang palsu.

Bila ada situs belanja online yang terlalu bagus untuk bisa dipercaya, berpikirlah dua kali sebelum membeli melalui mereka. Berbelanja secara online menawarkan kemudahan karena pelanggan bisa membeli di rumah dan menghindari kerumunan orang yang berbelanja. Meskipun demikian, tetap harus hati-hati. Sayangnya, Internet tidak selalu aman dan penting untuk selalu mengingat ini.

BISNIS

Baca juga:
Agar tak Menyesal Beli Baju
6 Kiat supaya Tak Kalap Belanja Online
Miss Jinjing Berbagi Tip Beli Tas Mewah tapi Preloved

Berita terkait

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: YouTube Perkuat Fitur Layanan Belanja, HyperOS Terpasang di Redmi Note 13, Fakta Gunung Ruang

6 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: YouTube Perkuat Fitur Layanan Belanja, HyperOS Terpasang di Redmi Note 13, Fakta Gunung Ruang

Topik tentang YouTube mengembangkan fitur belanja baru yang bersaing dengan TikTok Shop menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.

Baca Selengkapnya

Pemicu Orang Kebelet BAB saat Sedang Belanja

14 hari lalu

Pemicu Orang Kebelet BAB saat Sedang Belanja

Jangan malu dan sungkan bila tiba-tiba kebelet BAB ketika sedang belanja. Pakar menjelaskan fenomena tersebut.

Baca Selengkapnya

Belanja Pemerintah Sentuh Rp 470 T, Didorong Pemilu

40 hari lalu

Belanja Pemerintah Sentuh Rp 470 T, Didorong Pemilu

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikanbelanja pemerintah telah terealisasiRp 470,3 triliun hingga pertengahan Maret ini.

Baca Selengkapnya

Sahur Jadi Waktu Check-Out Favorit Konsumen Lazada

45 hari lalu

Sahur Jadi Waktu Check-Out Favorit Konsumen Lazada

Senior Vice President Campaigns, Traffic, and Onsite Marketing Lazada Indonesia Amelia Tediarjo, mengatakan aktivitas transaksi banyak saat sahur.

Baca Selengkapnya

Pusat Grosir Solo Siapkan Konsep Baru Jadi Kawasan One Stop Shopping, Pedagang Bakal Difasilitasi Aplikasi CRM

53 hari lalu

Pusat Grosir Solo Siapkan Konsep Baru Jadi Kawasan One Stop Shopping, Pedagang Bakal Difasilitasi Aplikasi CRM

Manajemen Pusat Grosir Solo (PGS) sedang mempersiapkan konsep baru wisata belanja di Kota Solo yang akan diterapkan mulai tahun 2026.

Baca Selengkapnya

Program Makan Siang Gratis Menuai Kritik, Apa Kata Para Ekonom?

55 hari lalu

Program Makan Siang Gratis Menuai Kritik, Apa Kata Para Ekonom?

Program makan siang gratis dinilai para ekonom akan menggerus dana pendidikan dan membebani APBN.

Baca Selengkapnya

Destinasi Favorit Anya Geraldine di Singapura dari Wisata Kuliner hingga Belanja

59 hari lalu

Destinasi Favorit Anya Geraldine di Singapura dari Wisata Kuliner hingga Belanja

Anya Geraldine menceritakan pengalaman mengeksplorasi Singapura

Baca Selengkapnya

Realisasi Belanja Bansos Capai Rp 12,45 T per Januari 2024, Naik 220 Persen

28 Februari 2024

Realisasi Belanja Bansos Capai Rp 12,45 T per Januari 2024, Naik 220 Persen

Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja bansos mencapai Rp 12,45 triliun per 31 Januari 2024 atau naik 220,87 persen secara tahunan.

Baca Selengkapnya

10 Tips Menawar Saat Berbelanja di Pasar Bagi Turis Asing

15 Februari 2024

10 Tips Menawar Saat Berbelanja di Pasar Bagi Turis Asing

Belanja di pasar menjadi tujuan menarik bagi para turis asing. Berikut terdapat tips menawar saat berbelanja di pasar bagi turis asing.

Baca Selengkapnya

Bertaburan Brand, Sudut Utara Kota Yogyakarta Ini Tumbuh Jadi Pusat Fashion Modern

4 Februari 2024

Bertaburan Brand, Sudut Utara Kota Yogyakarta Ini Tumbuh Jadi Pusat Fashion Modern

Jika Malioboro punya Pasar Beringharjo untuk belanja batik, kawasan utara Kota Yogyakarta ini punya Jalan C. Simanjuntak ini untuk fashion modern.

Baca Selengkapnya