2023 Ingin Turunkan Berat Badan, Hindari 5 Makanan Ini

Reporter

Tempo.co

Editor

Mila Novita

Rabu, 28 Desember 2022 11:00 WIB

Ilustrasi donat (Pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Jika merasa kesulitan menurunkan berat badan sepanjang 2022, jangan salahkan diri sendiri. Makanan berperan besar atas hal tersebut. Sebuah laporan di Amerika Serikat menyebutkan bahwa junk food dan minuman soda berkontribusi besar dalam kesulitan menurunkan berat badan.

Berat badan berlebih atau obesitas memang bukan hanya karena faktor makanan. Namun peneliti obesitas mengidentifikasi makanan dan minuman yang secara konsisten dikaitkan dengan penambahan berat badan. Umumnya, makanan ini cenderung sangat enak, melaluli proses tinggi, dan cepat dicerna karena seringkali kurang serat dan protein. Dan, semua makanan ini kaya kalori sehingga sulit mengontrol asupan kalori dalam sehari.

Beberapa contoh makanan olahan yang dikutip ahli adalah minuman yang dimaniskan dengan gula, daging deli dan camilan daging, kentang dan camilan asin goreng lainnya, kentang goreng, es krim, dan donat. Makanan padat kalori dan rendah nutrisi ini meningkatkan risiko kenaikan berat badan, menurut penelitian yang diterbitkan di JAMA Neurology baru-baru ini.

Jadi, inilah makanan dan minuman yang perlu dihindari untuk menurunkan berat badan di 2023.

1. Produk olahan daging dan unggas

Jika menyukai daging deli, bacon dan sosis, stik daging, dan produk olahan hewani lainnya, inilah saatnya mempertimbangkan kembali berapa banyak yang boleh dikonsumsi. Satu studi yang dipublikasikan di BMC Research Notes menemukan bahwa asupan daging olahan berkorelasi langsung dengan peningkatan lemak perut dan obesitas sentral. Obesitas sentral didefinisikan sebagai BMI lebih dari 30 kg/m2, serta pengukuran lingkar pinggang minimal 40 inci untuk pria dan 34,5 inci untuk wanita.

Jadi, jika resolusi tahun ini adalah menurunkan berat badan supaya lebih sehat, batasi konsumsi daging dan unggas olahan dan pilih daging dan unggas yang lebih segar dan lebih sedikti lemak.

2. Kentang goreng

Advertising
Advertising

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine melaporkan bahwa satu penelitian dengan lebih dari 120.000 wanita paruh baya menemukan bahwa keripik kentang (dan produk kentang olahan lainnya) berkorelasi tinggi dengan penambahan berat badan.

Studi lain yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang makan kentang goreng berisiko lebih tinggi terkena diabetes, penyakit penyerta lainnya, dan bahkan kematian dini, dibandingkan dengan mereka yang melaporkan makan lebih sedikit makanan berbahan dasar kentang dan produk kentang goreng.

Kentang goreng dan keripik kentang mengandung lebih banyak kalori per porsi daripada kebanyakan makanan lainnya. Eatthis.com menyebnut bahwa kentang goreng McDonald's berukuran sedang memiliki 320 kalori dan sekitar 20 persen lemak yang dibutuhkan dalam sehari.

Baca juga: 20 Penyebab Berat Badan Naik, Gen, Usia hingga Gaya Hidup Tidak Aktif

3. Donat

Donat kaya akan tepung halus, rendah serat dan tambahan gula, dan digoreng, membuatnya sangat tinggi kalori. Donat dan kopi dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi karbohidrat olahan lainnya dan makanan berkalori tinggi hingga sore hari. Di sisi lain, sarapan berbasis protein dapat menjaga rasa lapar dan nafsu makan, meningkatkan metabolisme, mengatasi rasa lapar, dan membantu membangun dan mempertahankan massa otot yang membantu menghilangkan lemak perut. Daripada sarapan doant, pilih telur, yogurt rendah lemak, dan keju cottage yang mengandung protein tinggi.

4. Es krim

Studi menunjukkan bahwa suguhan krim beku menerangi area otak yang terasa nyaman, menjadikannya makanan yang paling menenangkan. Perpaduan gula dan lemak dalam es krim inilah yang membuatnya begitu nikmat dan layak diidamkan.

5. Minuman manis

Ini memang bukan makanan, tetapi banyak penelitian mengungkapkan bahwa minuman manis seperti soda atau minuman berenergi dapat meningkatkan berat badan. Sebuah studi baru-baru ini di Nature Review Endocrinology mengutip bukti kuat yang menunjukkan bahwa minuman manis dikaitkan dengan penambahan berat badan, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker. Di Amerika Serikat, minuman yang dimaniskan dengan gula adalah sumber gula tambahan nomor satu.

Minuman ini tidak lebih dari air gula beraroma dan tidak memberikan rasa kenyang. Kalori cepat diserap dan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan insulin. Dalam ulasan komprehensif, para peneliti melaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition bahwa untuk setiap peningkatan harian minuman manis yang dinikmati orang dewasa, itu sama dengan peningkatan berat badan sekitar setengah pon selama periode satu tahun.

EATTHIS.COM

Baca juga: 4 Trik Mencegah Makan Berlebihan di Musim Liburan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Berita terkait

Olahraga Malam Hari Disebut Lebih Bermanfaat bagi Orang Obesitas

6 hari lalu

Olahraga Malam Hari Disebut Lebih Bermanfaat bagi Orang Obesitas

Penelitian mengklaim olahraga pada malam hari bisa memberi lebih banyak manfaat kesehatan bagi orang obesitas dan diabetes tipe 2.

Baca Selengkapnya

Parto Patrio Operasi Batu Ginjal, Kenali Gejala dan Penyebab Batu Ginjal

6 hari lalu

Parto Patrio Operasi Batu Ginjal, Kenali Gejala dan Penyebab Batu Ginjal

Komedian Parto Patrio sedang menjalani pemulihan usai operasi batu ginjal. Lantas, apa yang menyebabkan dan tanda-tanda dari penyakit ini?

Baca Selengkapnya

5 Jenis Olahraga Sederhana yang Bisa Dilakukan Tiap Hari

11 hari lalu

5 Jenis Olahraga Sederhana yang Bisa Dilakukan Tiap Hari

Olahraga atau aktivitas fisik secara teratur bermanfaat untuk tubuh dan kesehatan mental

Baca Selengkapnya

10 Efek Mengonsumsi Makanan Manis Berlebihan, Bisa Picu Sel Kanker

13 hari lalu

10 Efek Mengonsumsi Makanan Manis Berlebihan, Bisa Picu Sel Kanker

Ada banyak efek makanan manis yang tidak bagus untuk kesehatan, di antaranya bisa meningkatkan risiko diabetes hingga bertumbuhnya sel kanker.

Baca Selengkapnya

Saran Ahli Gizi agar Berat Badan Kembali Ideal setelah Lebaran

20 hari lalu

Saran Ahli Gizi agar Berat Badan Kembali Ideal setelah Lebaran

Diet sehat setelah banyak makan makanan bersantan saat Lebaran bisa diterapkan dengan pola makan bergizi seimbang agar berat badan ideal lagi.

Baca Selengkapnya

7 Tips Ajak Anak Pola Makan Sehat

20 hari lalu

7 Tips Ajak Anak Pola Makan Sehat

Kebiasaan makan yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan anak. Simak 5 tips anak ajak pola makan sehat

Baca Selengkapnya

Mengenal Kanker Prostat yang Diderita OJ Simpson, Siapa yang Berpotensi Diserang Jenis Kanker Ini?

20 hari lalu

Mengenal Kanker Prostat yang Diderita OJ Simpson, Siapa yang Berpotensi Diserang Jenis Kanker Ini?

OJ Simpson meninggal setelah melawan kanker prostat. Lantas, apa jenis kanker tersebut dan siapa yang berpotensi mengalaminya?

Baca Selengkapnya

Anak Obesitas dan Kurang Gizi Berisiko Tinggi Kekurangan Zat Besi

21 hari lalu

Anak Obesitas dan Kurang Gizi Berisiko Tinggi Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, suatu kondisi yang mengakibatkan kurangnya sel darah merah yang sehat.

Baca Selengkapnya

Saran Pakar agar Berat Badan Tak Melonjak saat Lebaran

28 hari lalu

Saran Pakar agar Berat Badan Tak Melonjak saat Lebaran

Berikut saran pakar kesehatan agar berat badan tidak melonjak selama perayaan Lebaran karena makan berlebihan.

Baca Selengkapnya

Fatin Shidqia Mengaku Tidak Makan Daging Sapi, Ini Manfaatnya

28 hari lalu

Fatin Shidqia Mengaku Tidak Makan Daging Sapi, Ini Manfaatnya

Juara X Factor Fatin Shidqia mengaku tidak mengonsumsi daging sapi atau daging merah. Ternyata, kebiasaan ini punya banyak manfaat kesehatan.

Baca Selengkapnya