Kim Kardashian Ungkap Pengalaman Traumatis karena Body Shaming saat Hamil

Reporter

Tempo.co

Editor

Mila Novita

Sabtu, 6 Maret 2021 06:05 WIB

Kim Kardashian West, berpose di karpet merah saat menghadiri acara InStyle Awards di Getty Center, Los Angeles, California, 27 Oktober 2015. REUTERS/Kevork Djansezian

TEMPO.CO, Jakarta - Kim Kardashian mengungkapkan trauma yang dialami karena body shaming saat hamil anak pertama, North, yang saat ini berusia 7,5 tahun. Menurut dia, kritik dan lelucon tabloid dan Internet bisa menghancurkan siapa pun, bahkan orang yang paling kuat.

Ibu empat anak itu menceritakan pengalaman traumatis itu dalam tulisan panjang di Instagram Story pada Jumat, 5 Maret 2021.

"Tidak peduli seberapa publik kehidupan seseorang, tidak ada yang pantas diperlakukan dengan kekejaman atau penghakiman untuk hiburan," tulis perempuan 40 tahun itu.

Bintang Keeping Up with the Kardashians itu mengatakan bahwa tubuhnya bengkak tidak terkendali karena preeklamsia yang dialaminya selama kehamilan pertamanya.

"Berat saya bertambah 60 pon (sekitar 27 kg) dan melahirkan hampir 6 minggu lebih awal dan saya menangis setiap hari atas apa yang terjadi pada tubuh saya terutama dari tekanan terus-menerus dibandingkan dengan anggapan masyarakat tentang kehamilan yang sehat seharusnya..." tulisnya.

Advertising
Advertising

Kardashian yang dalam proses cerai dari suaminya, Kanye West, mengatakan dia merasa insecure atau tidak aman pada saat itu. Dia juga terus bertanya-tanya apakah setelah melahirkan bentuk tubuhnya akan kembali. Akibat body shaming itu dia sampai tak berani keluar rumah selama berbulan-bulan.

"Itu benar-benar menghancurkan saya," tambahnya.

Untungnya dia mengalihkan perasaan frustrasi itu dan motivasi untuk membawanya ke posisi saya sekarang ini, tetapi bohong kalau dia mengatakan bahwa hal ini tidak merugikan saya secara mental.

Baca juga: Kim Kardashian Sarankan Ibu Hamil untuk 'Sembunyi'

Dia mengatakan berbagi cerita ini agar orang-orang yang terlibat dalam bisnis mempermalukan dan menindas hingga orang lain merasa hancur, dapat mempertimbangkan kembali. Daripada menindas, dia menyarankan orang-orang itu menunjukkan pengertian dan kasih sayang.

"Anda tidak pernah tahu apa yang dialami seseorang di balik layar dan saya telah belajar melalui pengalaman saya sendiri bahwa selalu lebih baik memimpin dengan kebaikan."

Kardashian sebelumnya mengungkapkan masalah kesuburan dan perjuangan kehamilannya. Pada Desember 2019, dalam kampanye liburan SKIMS 2019, ia menceritakan bagaimana dia menyambut empat anak.

"Ketika saya hamil North, saya menderita kondisi yang disebut preeklamsia atau toksemia, yang pada dasarnya adalah ketika organ ibu mulai mati," katanya saat itu. "Satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah dengan melahirkan bayi. Pada usia 34 setengah minggu, saya harus menjalani persalinan darurat - mereka menginduksi saya. North berbobot 4 pon (1,8 kg). Dia hampir enam minggu lebih awal."

Dia kemudian mengatakan bahwa setelah melahirkan, plasentanya pernah keluar malah tumbuh di dalam rahimnya. Kondisi itu bisa menyebabkan wanita meninggal saat melahirkan.

Setelah kehamilan pertama yang berisiko, Kardashian kembali hamil melalui IVF dan melahirkan Saint yang sekarang 5 tahun. Persalinan ini juga sama mengerikan dengan yang pertama. Setelah itu dia menjalani beberapa operasi untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi di dalam.

Dokter kemudian mengatakan bahwa dia tidak bisa lagi mengikutiin fertilization (IVF) atau bayi tabung untuk memiliki lebih banyak anak. Pendiri KKW Beauty kemudian menggunakan dua ibu pengganti untuk dua embrio terakhirnya. Lahirlah Chicago, 3, dan Psalm, 22 bulan.

"Saya sangat berterima kasih untuk anak-anak saya yang cantik, tidak peduli bagaimana mereka lahir," kata Kim Kardashian.

Berita terkait

Risiko Kehamilan setelah Usia 35 Tahun dan Perawatannya

25 hari lalu

Risiko Kehamilan setelah Usia 35 Tahun dan Perawatannya

Seiring bertambahnya usia, risiko komplikasi terkait kehamilan mungkin meningkat, terutama pada yang berumur di atas 35 tahun.

Baca Selengkapnya

Hamil Anak Pertama Setelah Sempat Keguguran, Patricia Gouw: Mohon Doakan Kami

31 hari lalu

Hamil Anak Pertama Setelah Sempat Keguguran, Patricia Gouw: Mohon Doakan Kami

Patricia Gouw membagikan video perjalanannya dan suami menyambut anak pertama yang sempat keguguran tahun lalu.

Baca Selengkapnya

Saran BKKBN untuk Ibu Hamil Berumur di Atas 35 Tahun

33 hari lalu

Saran BKKBN untuk Ibu Hamil Berumur di Atas 35 Tahun

Ibu hamil berusia 35 tahun atau lebih diimbau rutin cek kesehatan mulai dari gula darah, tekanan darah, hingga jantung karena risiko lebih tinggi.

Baca Selengkapnya

Hasil Penelitian: Wanita yang Alami Komplikasi Kehamilan Berisiko Terkena Penyakit Jantung

43 hari lalu

Hasil Penelitian: Wanita yang Alami Komplikasi Kehamilan Berisiko Terkena Penyakit Jantung

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang mengalami komplikasi saat menjalani kehamilan cenderung memiliki risiko terkena penyakit jantung.

Baca Selengkapnya

Tambahan Asam Folat pada Garam Dapat Cegah Cacat Bawaan

54 hari lalu

Tambahan Asam Folat pada Garam Dapat Cegah Cacat Bawaan

Melengkapi garam meja dengan asam folat menjadi strategi diet baru untuk lebih melindungi terhadap cacat bawaan.

Baca Selengkapnya

Hamil 26 Minggu, Perempuan di Australia Ini Ditolak Naik Kapal Pesiar

20 Februari 2024

Hamil 26 Minggu, Perempuan di Australia Ini Ditolak Naik Kapal Pesiar

Pelayaran kapal pesiar ini berlangsung selama tiga hari mengelilingi Brisbane, Australia. Tiket dibelikan sang ibu sebagai hadiah ulang tahun.

Baca Selengkapnya

Psikolog Ungkap 3 Penyebab Orang Alami Gangguan Jiwa

17 Februari 2024

Psikolog Ungkap 3 Penyebab Orang Alami Gangguan Jiwa

Psikolog menjelaskan ada tiga faktor penyebab gangguan jiwa, mulai dari keturunan hingga paparan lingkungan.

Baca Selengkapnya

Tanda Orang Pulih dari Trauma Inner Child Menurut Psikolog

12 Februari 2024

Tanda Orang Pulih dari Trauma Inner Child Menurut Psikolog

Tanda orang telah sembuh dari trauma inner child adalah ketika melihat peristiwa buruk di masa lalu secara netral. Simak penjelasan psikolog.

Baca Selengkapnya

Masih Merokok saat Hamil? Awas Gagal Jantung

31 Januari 2024

Masih Merokok saat Hamil? Awas Gagal Jantung

Dokter jantung mengingatkan para ibu untuk tidak merokok sebelum atau saat hamil karena bisa mengakibatkan gagal jantung.

Baca Selengkapnya

Waspadai Faktor Risiko Gagal Jantung pada Ibu Hamil dan Pemicunya

30 Januari 2024

Waspadai Faktor Risiko Gagal Jantung pada Ibu Hamil dan Pemicunya

Perempuan berpeluang mengalami gagal jantung di masa hamil. Dokter mengingatkan pentingnya mewaspadai faktor risiko.

Baca Selengkapnya