Cara Tepat Melepas Masker saat Makan di Luar, Jangan Letakkan Sembarangan

Reporter

Bisnis.com

Editor

Mila Novita

Kamis, 13 Agustus 2020 18:10 WIB

Ilustrasi wanita memakaikan masker pada orang lain. Freepik.com/Prostoleh

TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah menyadari pentingnya menggunakan masker saat keluar rumah di pandemi. Namun, apakah cara memakai dan melepas masker sudah benar?

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI Riskiyana Sukandhi Putra menjelaskan secara umum ada tiga jenis masker, yaitu N95 yang digunakan oleh tenaga medis beserta baju hazmat, masker bedah atau masker medis yang berwara hijau, dan masker kain yang digunakan oleh masyarakat umum.

Riskiyana mengimbau saat ini untuk masyarakat agar lebih pilih masker kain, jika menyesuaikan dengan saran WHO agar maskernya terdiri atas tiga lapis.

“Menggunakannya agar hanya pegang di tepinya, jangan pegang tengahnya, lalu kita pakaikan dan tarik ujung bawah, tutup hidung sampai dagu,” jelasnya.

Ketika harus membuka masker untuk makan atau minum, bisa membuka bagian tepinya dan taruh di atas tisu dengan bagian luarnya menyentuh tisu sebelum ditaruh di meja. Sebelum dipakai lagi, jangan lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan hand sanitizer.

Advertising
Advertising

“Pakai masker kain hanya bisa digunakan maksimal 4 jam, atau kurang dari 4 jam kalau yang menggunakan masker sakit atau bersin-bersin, batuk, atau kotor,” tegasnya.

Masker kain ini dia bisa digunakan lagi setelah dicuci dengan air yang hangat 60 derajat Celcius, diberi detergen, dikucek, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari dan di setrika.

“Banyak masyarakat yang pakai masker medis, sebetulnya memang lebih bagus tidak apa-apa selama pasokannya ada terus terutama untuk tenaga medis. Masker medis kalau bisa memang dipakai oleh tenaga medis yang membutuhkan. Untuk yang sakit juga disarankan pakai masker medis. Sakitnya bukan harus yang positif Covid-19, tapi untuk semua yang punya gejalan seperti influenza,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk pembuangan masker medis menghindari masker bekas disalahgunakan dan dijual kembali, jadi membuangnya diimbau untuk dirusak dulu, disobek atau digunting sebelum kemudian dibuang di tempat sampah yang tertutup.

Harapannya, kata Riskiyana, masyarakat bisa meregulasi dirinya sendiri, karena kalau tidak timbul kesadarannya akan sulit menangani Covid-19.

“Masker ini pengaruhnya cukup besar, lebih dari 50 persen pencegahan bisa diperankan dari penggunaan masker. Jadi ini yang jadi fokus pertama kami,” kata Riskiyana.

Berita terkait

Kilas Balik Kasus Korupsi APD Covid-19 Rugikan Negara Rp 625 Miliar

2 hari lalu

Kilas Balik Kasus Korupsi APD Covid-19 Rugikan Negara Rp 625 Miliar

KPK masih terus menyelidiki kasus korupsi pada proyek pengadaan APD saat pandemi Covid-19 lalu yang merugikan negara sampai Rp 625 miliar.

Baca Selengkapnya

Persetujuan Baru Soal Penularan Wabah Melalui Udara dan Dampaknya Pasca Pandemi COVID-19

2 hari lalu

Persetujuan Baru Soal Penularan Wabah Melalui Udara dan Dampaknya Pasca Pandemi COVID-19

Langkah ini untuk menghindari kebingungan penularan wabah yang terjadi di awal pandemi COVID-19, yang menyebabkan korban jiwa yang cukup signifikan.

Baca Selengkapnya

Peruri Ungkap Permintaan Pembuatan Paspor Naik hingga Tiga Kali Lipat

3 hari lalu

Peruri Ungkap Permintaan Pembuatan Paspor Naik hingga Tiga Kali Lipat

Perum Peruri mencatat lonjakan permintaan pembuatan paspor dalam negeri hingga tiga kali lipat usai pandemi Covid-19.

Baca Selengkapnya

Pasca Pandemi, Gaya Belanja Offline Tetap Digemari Masyarakat

5 hari lalu

Pasca Pandemi, Gaya Belanja Offline Tetap Digemari Masyarakat

Riset menyatakan bahwa preferensi konsumen belanja offline setelah masa pandemi mengalami kenaikan hingga lebih dari 2 kali lipat.

Baca Selengkapnya

Peneliti BRIN di Spanyol Temukan Antibodi Pencegah Virus SARS-CoV-2

7 hari lalu

Peneliti BRIN di Spanyol Temukan Antibodi Pencegah Virus SARS-CoV-2

Fungsi utama antibodi itu untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan pandemi Covid-19 pada 2020.

Baca Selengkapnya

Prof Tjandra Yoga Aditama Penulis 254 Artikel Covid-19, Terbanyak di Media Massa Tercatat di MURI

10 hari lalu

Prof Tjandra Yoga Aditama Penulis 254 Artikel Covid-19, Terbanyak di Media Massa Tercatat di MURI

MURI nobatkan Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran UI, Prof Tjandra Yoga Aditama sebagai penulis artikel tentang Covid-19 terbanyak di media massa

Baca Selengkapnya

KPK Tuntut Bekas Bupati Muna Hukuman 3,5 Tahun Penjara dalam Korupsi Dana PEN

10 hari lalu

KPK Tuntut Bekas Bupati Muna Hukuman 3,5 Tahun Penjara dalam Korupsi Dana PEN

"Terbukti secara sah dan meyakinkan," kata jaksa KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat saat membacakan surat tuntutan pada Kamis, 18 April 2024.

Baca Selengkapnya

Pesan PB IDI agar Masyarakat Tetap Sehat saat Liburan dan Mudik di Musim Pancaroba

17 hari lalu

Pesan PB IDI agar Masyarakat Tetap Sehat saat Liburan dan Mudik di Musim Pancaroba

Selain musim libur panjang Idul Fitri, April juga tengah musim pancaroba dan dapat menjadi ancaman bagi kesehatan. Berikut pesan PB IDI.

Baca Selengkapnya

Terpopuler: Menhub Budi Karya Usulkan WFH di Selasa dan Rabu, Sri Mulyani Sebut Idul Fitri Tahun Ini Sangat Istimewa

18 hari lalu

Terpopuler: Menhub Budi Karya Usulkan WFH di Selasa dan Rabu, Sri Mulyani Sebut Idul Fitri Tahun Ini Sangat Istimewa

Menhub Budi Karya Sumadi mengusulkan work from home atau WFH untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas saat puncak arus balik Lebaran.

Baca Selengkapnya

Terpopuler: H-4 Lebaran Penumpang di 20 Bandara AP II Melonjak 15 Persen, Kronologi Indofarma Terpukul Melandainya Covid-19

21 hari lalu

Terpopuler: H-4 Lebaran Penumpang di 20 Bandara AP II Melonjak 15 Persen, Kronologi Indofarma Terpukul Melandainya Covid-19

AP II mencatat jumlah penumpang pesawat angkutan Lebaran 2024 di 20 bandara yang dikelola perusahaan meningkat sekitar 15 persen.

Baca Selengkapnya