Selasa, 22 Agustus 2017

Menikmati Kuliner Lezat dengan Aplikasi Daring

Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:30 WIB
Ilustrasi bahan makanan. Homeliving.com

Ilustrasi bahan makanan. Homeliving.com.

TEMPO.CO, Jakarta - Semakin tingginya pengaruh internet dan pengguna telepon pintar di Indonesia telah membuka lebar pintu peluang bisnis daring, seperti kehadiran pemain e-commerce marketplace yang semakin banyak di Tanah Air.

Namun, sampai saat ini belum ada marketplace khusus untuk produk dan layanan kuliner. Peluang tersebut kemudian ditangkap oleh Anthony Gunawan dengan mendirikan Wakuliner, yang menyediakan beragam jenis produk dan layanan kuliner yang dapat diakses lewat aplikasi ponsel dengan sistem operasi Android dan iOS.

Wakuliner, kepanjangan dari Wadah Kuliner, berdiri pada Januari 2016. Kemudian pada Januari 2017, pihak Wakuliner melakukan tes promo pertama tanpa peluncuran untuk mengukur kemampuan sistem dan aplikasi. Pada Juni 2017, Wakuliner siap diakses dan digunakan publik dalam jumlah masal.

Antony mengatakan, gagasan mendirikan Wakuliner tersebut merupakan hasil riset kebutuhan masyarakat beserta adaptasi, dan penyempurnaan dari sejumlah perusahaan kuliner, baik di dalam maupun luar negeri.

"Tetapi konsep marketplace kuliner ini merupakan ide kami sendiri dan kebetulan pertama di Indonesia," tuturnya di sela-sela peluncuran di Jakarta, Rabu, 9 Agustus 2017.


Wakuliner membuka peluang bagi masyarakat yang berencana membuka usaha kulliner karena marketplace ini mengadopsi model konsumen ke konsumen. Artinya, masyarakat umum dapat membuat toko daring sendiri dan berjualan melayani masyarakat di Wakuliner.

"Kami sudah dan akan terus menyiapkan beragam fitur dan layanan terbaik untuk memudahkan masyarakat menikmati kuliner nusantara," tegas Anthony.

BISNIS

Artikel lain:
Selain Gaji, Ini 5 Alasan Pekerja Lebih Produktif
3 Jurusan Kuliah yang Terancam Bubar
Mantan Sudah Move On Duluan, Kamu Kapan?  


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?