Jumat, 28 April 2017 TEMPO.CO logo

belanja

Minggu, 16 April 2017 | 10:23 WIB

Mengenal Perhiasan Perak Sterling Silver

TEMPO.CO, Jakarta - Orang umumnya beranggapan perak adalah perhiasan kelas dua karena nilainya jauh di bawah emas. Tapi, di tangan para perancang, perak bisa menjadi perhiasan yang tak kalah dari emas atau logam mulia lainnya.

Perak murni merupakan logam yang sangat lembut sehingga sulit dibentuk menjadi perhiasan. Itu sebabnya, banyak perak dicampur dengan jenis logam lainnya untuk dijadikan perhiasan.

Semakin banyak kandungan peraknya, kian berkilau perhiasan itu. Sebaliknya, semakin sedikit kandungan peraknya, kilaunya juga redup. Dewasa ini, perancang dan perajin perak memilih sterling silver sebagai bahan dasar untuk merancang  perhiasan perak premium.

Sterling silver berasal dari 92,5 persen perak. Interaksi antara perak, kelembapan, sulfida, dan kotoran di udara bisa memudarkan kilau sterling silver sekalipun. Awalna warnanya akan berubah menjadi keemasan, kemudian menjadi hitam. Tapi mengembalikan kilaunya cukup mudah dengan memolesnya dengan bahan kimia tertentu di toko perhiasan terdekat.


Di Indonesia, sterling silver mulai menjadi pilihan para perajin lokal. Di Kuta-Bali, misalnya, Padma Silver, yang berdiri mulai 2004, menyediakan perhiasan sterling silver dengan mengkombinasikannya dengan kerang dan desain bergaya Bali pada setiap detailnya.

Di kancah internasional, ada Thomas Sabo, yang telah berdiri sejak 1984. Ia mengeluarkan koleksi untuk perempuan, koleksi perhiasan lelaki, dan koleksi klasik. Dua musim setiap tahunnya, perhiasan premium asal Bavaria mengeluarkan koleksinya.

KORAN TEMPO

Berita lainnya:
Apa Saja yang Membedakan Lotek dengan Gado-gado
Setelah Hokkaido dan Pablo, Ada Uncle Tetsu di Indonesia

Kiat Scarlett Johansson Jaga Keseimbangan Karier Demi Rose



Komentar(0)