Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cara Buat Resume jika Tak Punya Pengalaman Kerja

Editor

Yunia Pratiwi

image-gnews
Ilustrasi wawancara kerja. Shutterstock.com
Ilustrasi wawancara kerja. Shutterstock.com
Iklan

TEMPO.COJakarta - Sekian lama menekuni sebuah profesi, bisa saja Anda tiba-tiba tertarik menggeluti bidang yang sama sekali berbeda. Namun ada satu alasan yang membuat orang mengurungkan niat beralih pekerjaan: tidak punya pengalaman. Bagaimana mungkin melamar sebuah pekerjaan yang tidak relevan dengan bidang sebelumnya? 

Perlu Anda ketahui, pengalaman kerja bukan segalanya. Banyak faktor dan keunggulan lain yang barangkali akan menarik minat perusahaan untuk memanggil Anda melakukan wawancara kerja. Agar bisa terlihat, sebaiknya keunggulan tersebut Anda muat dalam surat lamaran pekerjaan. Berikut ini cara membuat resume kerja agar lamaran tetap menarik meski Anda sama sekali tak mempunyai pengalaman dalam pekerjaan yang dituju.

1. Kemampuan relevan
Kebanyakan resume kerja dimulai dengan menjabarkan pengalaman kerja atau pendidikan yang berkaitan dengan posisi kerja yang diinginkan. Hal itu akan menjadi masalah ketika Anda tidak memiliki pengalaman. Jangan khawatir, Anda bisa menggantinya dengan mencantumkan kemampuan yang masih relevan dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. 

Misalnya, Anda ingin terjun ke dunia pemasaran, tapi tidak mempunyai pengalaman bekerja di bidang pemasaran. Cantumkan saja bila Anda memiliki kemampuan komunikasi yang baik yang memang dibutuhkan dalam bidang pemasaran. Tampilkan juga dalam resume jika Anda punya bakat membuat strategi pemasaran yang out of the box. Jabarkan secara singkat bagaimana strategi pemasaran Anda. Versi lengkapnya, uraikan nanti bila Anda dipanggil untuk wawancara kerja. 

2. Proyek sampingan atau proyek akademik yang berkaitan
Anda seorang pekerja di bidang pemasaran, tapi ingin beralih profesi menjadi jurnalis? Jangan segan mencantumkan pengalaman proyek membuat buletin kampus dalam resume. Hal yang sama berlaku untuk proyek-proyek sampingan yang Anda tangani di luar pekerjaan atau sekolah, misalnya jika Anda pernah terlibat dalam pembuatan media komunitas tertentu.

Tentu saja, proyek-proyek tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan dan jelas keberadaannya. Salah satu caranya dengan menyertakan bukti hasil proyek tersebut. Cara lainnya bisa dengan menceritakan proyek pekerjaan Anda tersebut dengan cara yang sama seperti menulis pengalaman kerja. Jabarkan seperti apa keterlibatan Anda di dalamnya dan bagaimana proyek tersebut mempengaruhi hidup Anda sampai membuat Anda merasa yakin beralih profesi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

3. Antusias dan spesifik
Sebesar apa antusiasme untuk mendapatkan pekerjaan baru harus tecermin dalam resume Anda. Hal ini menjadi sangat penting bila Anda sama sekali tak mempunyai pengalaman dalam pekerjaan yang Anda lamar. Pembaca resume Anda harus dapat merasakan keinginan kuat dan gairah yang menggebu-gebu dalam resume Anda.

“Temukan cara untuk menghubungkan gairah dan pengalaman hidup Anda dengan perusahaan, lalu jelaskan bagaimana hal itu akan diterjemahkan ketika Anda terjun ke lapangan begitu Anda diterima bekerja. Anda akan menemukan bahwa hubungan itu adalah jenis pengalaman yang dicari oleh perusahaan,” kata Ryan Kahn, motivator, pembicara televisi, dan pakar karier, yang juga pendiri laman The Hired Group dari California.

Ingat, resume dan lamaran kerja adalah kesempatan sempurna bagi Anda untuk menghubungkan titik-titik antara kebutuhan perusahaan dengan kemampuan dan gairah kerja yang Anda miliki. Jadilah spesifik dan dibutuhkan. Resume Anda harus menyampaikan kepada manajer personalia mengapa pengalaman tidak resmi dan latar belakang Anda mungkin bisa menjadi aset, sehingga ketika selesai membacanya, mereka berpikir mempekerjakan Anda adalah hal yang masuk akal.

TABLOID BINTANG

Baca juga:
Begini Cara Atasi Cacar Ular 
Mana yang Lebih Sehat, Air Kelapa atau Isotonik Buatan?
Memprihatinkan, Makin Banyak Remaja Merokok Elektronik

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gen Z Dikenal Selalu Ingin Memaknai Hidup

2 hari lalu

Marina Beauty Journey 2024/Marina
Gen Z Dikenal Selalu Ingin Memaknai Hidup

Karakter Gen Z berevolusi menjadi pribadi yang lebih sadar untuk memaknai kehidupan tidak mementingkan kebahagiaan sendiri.


4 Tips Tingkatkan Performa Setelah Libur Lebaran

5 hari lalu

Ilustrasi dua wanita bekerja dalam satu ruangan. Foto: Freepik.com/Pressfoto
4 Tips Tingkatkan Performa Setelah Libur Lebaran

Simak tips meningkatkan semangat bekerja setelah libur lebaran agar kamu lebih fresh.


5 Tips Cari Kerja di Perusahaan Keren Lewat LinkedIn

9 hari lalu

Ilustrasi wanita karier. Shutterstock.com
5 Tips Cari Kerja di Perusahaan Keren Lewat LinkedIn

Kebanyakan perusahaan memerlukan kombinasi hardskill dan softskill yang baik untuk berkarier di dunia kerja. Ini tips cari kerja lewat LinkedIn.


15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

9 hari lalu

Ilustrasi wanita karier atau bekerja. shutterstock.com
15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

Jaringan profesional LinkedIn merilis daftar Top Companies 2024 edisi ketiga untuk Indonesia.


Mengenal Kutu Loncat dalam Dunia Kerja dan Dampaknya pada Karier

16 Januari 2024

Kutu loncat adalah istilah yang diberikan pada seseorang yang suka berpindah pekerjaan dalam waktu singkat. Ini dampaknya untuk karier. Foto: Canva
Mengenal Kutu Loncat dalam Dunia Kerja dan Dampaknya pada Karier

Kutu loncat adalah istilah yang diberikan pada seseorang yang suka berpindah pekerjaan dalam waktu singkat. Ini dampaknya untuk karier.


Mengenal Quarter Life Crisis, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

8 Januari 2024

Memasuki usia dewasa, seseorang seringkali mengalami quarter life crisis yang membuatnya jadi tak percaya diri. Apa itu quarter life crisis? Foto: Canva
Mengenal Quarter Life Crisis, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya

Memasuki usia dewasa, seseorang seringkali mengalami quarter life crisis yang membuatnya jadi tak percaya diri. Apa itu quarter life crisis?


Jauh dari Kontroversi, Lee Dong Wook Punya Mantra Khusus untuk Menjaga Kariernya

31 Desember 2023

Lee Dong Wook. Instagram.com/@leedonwook_official
Jauh dari Kontroversi, Lee Dong Wook Punya Mantra Khusus untuk Menjaga Kariernya

Baru-baru ini wawancara lama Lee Dong Wook viral. Dia mengungkapkan caranya mempertahankan karier 25 tahun di inudstri hiburan


Dekat dengan Dunia Digital, Sebaiknya Gen Z Miliki Keahlian Ini

8 Desember 2023

Marina Beauty Journey 2023 di Lombok, Bintang Marina/Marina
Dekat dengan Dunia Digital, Sebaiknya Gen Z Miliki Keahlian Ini

Pentingnya gen Z memiliki pola pikir yang peka serta kepedulian tinggi dalam kesehariannya.


Career Hallway 2.0 Membuka Pintu Rahasia Bagi Masa Depan Karier

11 November 2023

Career Hallway AIESEC di Universitas Sumatera Utara
Career Hallway 2.0 Membuka Pintu Rahasia Bagi Masa Depan Karier

Acara difokuskan pada berbagai tips dan trik merencanakan karier


Cara Bekerja di Jepang, Syarat, dan Perkiraan Biaya Hidupnya

30 Oktober 2023

Ilustrasi orang kerja di Jepang. Foto : LKPN
Cara Bekerja di Jepang, Syarat, dan Perkiraan Biaya Hidupnya

Jepang menjadi salah satu negara tujuan favorit para pekerja asal Indonesia. Apa saja syarat dan cara bekerja di sana serta berapa biaya hidupnya?