Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Waspadalah, Media Sosial bisa Menjadi Racun Kehidupan

image-gnews
Ilustrasi wanita sedang berfoto selfie. shutterstock.com
Ilustrasi wanita sedang berfoto selfie. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Awalnya, media sosial berfungsi sebagai jejaring pertemanan. Kini, media sosial lebih menyerupai alat untuk menunjukkan eksistensi diri dalam hal apapun.

“Kita jadi lebih mudah menikmatinya. Hanya lewat media sosial, kita jadi melihat seseorang lebih jelas sehingga mengerti dan memahami dengan jelas juga. Ini rentan membuat seseorang kecanduan,” kata Anggia Chrisanti, konselor dan terapis dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria (@ig_giadc).

Tidak perlu bertemu atau berbicara langsung, seseorang bisa merasa paling tahu tentang sosok yang dilihatnya melalui media sosial. Mengetahui dia sedang apa, sedang merencanakan apa, pakai barang-barang apa saja, berhubungan dengan siapa, dan lain-lain.

Akan tetapi, Anggia menjelaskan, kecanduan tidak hanya dialami orang-orang yang melihat atau para penguntit tapi juga candu bagi mereka yang terus mem-posting semua aktivitasnya.

“Sayangnya, semua yang sifatnya visual diupayakan dikemas lebih menarik daripada aslinya. Kamera 360 atau B12 adalah salah satu contoh untuk mengedit wajah agar lebih cantik dan menarik untuk di-posting. Tentu tidak ada orang yang mau kelihatan jelek untuk dilihat banyak orang,” terang Anggia.

Sayangnya lagi, bukan hanya wajah yang ingin terlihat cantik dan menarik. Kehidupan pribadi pun bisa jadi juga dibentuk agar terlihat asyik dan sempurna. “Tidak apa-apa kalau memang benar sempurna kehidupannya. Namun akan menyedihkan jika aslinya ternyata tidak seasyik dan sesempurna itu,” ujar Anggia. "Jika ini sudah terjadi, maka patutlah kita lebih berhati-hati. Terjebak dalam dunia kepalsuan hanya membuat lelah.”

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berikut ini tanda-tanda kita mulai harus lebih berhati-hati bermain media sosial:

#Dalam satu jam berkali-kali membuka media sosial.
#Dalam satu hari bisa lebih dari satu kali posting, terutama dalam bentuk visual.
#Dalam sehari merasa wajib melihat-lihat atau mengintip akun orang-orang tertentu.
#Menjadikan apa yang dilihat di media sosial sebagai patokan dalam kehidupan (tempat makan, tempat nongkrong, tempat liburan, dan lain-lain). Pokoknya, semua mau seperti yang orang lain juga lakukan.

TABLOIDBINTANG

Artikel lain:
Penderita Diabetes Pantang Ditato dan Donor Darah, Benarkah?
10 Masalah Kesehatan yang Tampak dari Mata
Pelajaran Hidup dari Aktivitas Naik Gunung

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Marselino Ferdinan Dihujat Netizen Usai Timnas Indonesia U-23 Kalah Lawan Irak di Piala Asia U-23 2024

1 hari lalu

Pesepak bola Timnas Indonesia U-23 Marselino Ferdinan (kiri) melewati hadangan pesepak bola Timnas Irak U-23 Karrar Mohammed Ali (kanan) dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Jumat dinihari, 3 Mei 2024. ANTARA/PSSI
Marselino Ferdinan Dihujat Netizen Usai Timnas Indonesia U-23 Kalah Lawan Irak di Piala Asia U-23 2024

Marselino Ferdinan menjadi sorotan di media sosial usai timnas Indonesia u-23 dikalahkan Irak 1-2 di perebutan peringkat ketiga Piala Asia U-23 2024.


Rayakan Hari Pendidikan Nasional Lewat 35 Link Twibbon Ini

3 hari lalu

Dua orang anak suku bajo membaca buku sambil menunggu perahu tumpangan untuk mengantarnya ke sekolah di Pulau Papan, Desa Kadoa, Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, (13/5). Anak suku Bajo hanya bersekolah hingga tingkatan SD karena tingkatan SMP harus menyeberang ke pulau lain dengan jarak yang lebih jauh. TEMPO/Fahmi Ali
Rayakan Hari Pendidikan Nasional Lewat 35 Link Twibbon Ini

35 Twibbon Hari Pendidikan Nasional, silakan download dan upload untuk merayakannya.


Semarakkan Hari Buruh Internasional dengan 30 Link Twibbon Ini

4 hari lalu

Ilustrasi buruh. Pixabay
Semarakkan Hari Buruh Internasional dengan 30 Link Twibbon Ini

Twibbon dapat digunakan untuk turut menyemarakkan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2024. Silakan unggah dan tayang.


Seperti di Amerika, TikTok Bisa Dibatasi di Indonesia Jika Melanggar Kebijakan Ini

5 hari lalu

Ilustrasi TikTok. shutterstock.com
Seperti di Amerika, TikTok Bisa Dibatasi di Indonesia Jika Melanggar Kebijakan Ini

Kominfo mengaku telah mengatur regulasi terkait pelanggaran data pribadi oleh penyelenggara elektronik seperti TikTok.


Anandira Puspita akan Jalani Sidang Perdana Praperadilan di PN Denpasar pada 6 Mei 2024

8 hari lalu

Anandira Puspita (baju merah muda), istri anggota TNI yang menjadi tersangka usai mengungkap dugaan perselingkuhan suaminya, dalam jumpa pers di sebuah kafe di Jalan Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 18 April 2024. TEMPO/Han Revanda Putra.
Anandira Puspita akan Jalani Sidang Perdana Praperadilan di PN Denpasar pada 6 Mei 2024

Anandira Puspita, akan menjalani sidang praperadilan perdana di Pengadilan Negeri atau PN Denpasar, Senin, 6 Mei 2024.


Cara Cek Kelulusan Hingga Jadwal Seleksi Tes online Rekrutmen Bersama BUMN

9 hari lalu

BRI Cari Talenta Terbaik dalam Rekrutmen Bersama BUMN 2022
Cara Cek Kelulusan Hingga Jadwal Seleksi Tes online Rekrutmen Bersama BUMN

Ini yang harus diperhatikan dan dipantau saat ikut rekrutmen bersama BUMN.


Kapan Waktunya Anak Diberi Akses Internet Sendiri? Simak Penjelasan Psikolog

10 hari lalu

Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)
Kapan Waktunya Anak Diberi Akses Internet Sendiri? Simak Penjelasan Psikolog

Psikolog memberi saran pada orang tua kapan sebaiknya boleh memberi akses internet sendiri pada anak.


Berefek ke Kesejahteraan Tubuh, Bagaimana Taktik Mengurangi Penggunaan Media Sosial?

12 hari lalu

Ilustrasi bermain sosial media di ponsel. Shutterstock.com
Berefek ke Kesejahteraan Tubuh, Bagaimana Taktik Mengurangi Penggunaan Media Sosial?

Orang sering menggunakan media sosial untuk memposting momen terbaiknya, membuat feed terlihat seperti highlight reel dari pengalaman keren.


Link 15 Twibbon Untuk Merayakan Hari Bumi, Perhatikan Cara Download dan Upluad

12 hari lalu

Massa dari berbagai Kelompok Pencinta Alam melakukan aksi damai untuk memperingatai Hari Bumi, di halaman gedung KPK, Jakarta, 22 April 2015. Dengan membawa spanduk raksasa yang berisi Petisi Kelestarian Bumi Indonesia dan dibubuhi ribuan tandatangan tersebut mereka mengingatkan bahwa Merusak Alam Itu Korupsi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Link 15 Twibbon Untuk Merayakan Hari Bumi, Perhatikan Cara Download dan Upluad

Hari Bumi atau Earth Day pada 22 April dapat dirayakan dengan berbagai aktivitas termasuk meramaikan di media sosial lewat unggahan twibbon.


Jeda 3-7 Hari dari Media Sosial Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya

13 hari lalu

Ilustrasi bermain media sosial. (Unsplash/Leon Seibert)
Jeda 3-7 Hari dari Media Sosial Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya

Sebuah studi penelitian 2022 terhadap anak perempuan 10-19 tahun menunjukkan bahwa istirahat di media sosial selama 3 hari secara signifikan berfaedah