Anak Muda Tak Bisa Menenun, Didiet Maulana Khawatir Budaya Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer Didiet Maulana. TEMPO/Nurdiansah

    Desainer Didiet Maulana. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Perajin tenun di Indonesia saat ini kebanyakan perempuan yang sudah tua. Pasalnya, edukasi mengenai cara menenun untuk kalangan anak muda masih kurang.

    Didiet Maulana, desainer Ikat Indonesia, menilai edukasi mengenai busana tradisional Indonesia masih kurang, padahal hal itu sangat penting. “Kita tidak mau nanti orang asing datang ke Indonesia dan mengambil budaya kita,” ujarnya kepada Tempo, Rabu, 13 September 2017.

    Baca: Didiet Maulana, Menekuni Kebaya karena Terinspirasi Sang Nenek

    Didiet bersama pecinta budaya, yang dia temui di Aceh, sedang mendorong pemerintah untuk mulai mengajarkan anak Indonesia mengenai kain tradisional dan cara pembuatannya.

    Didiet menjelaskan, dilihat dari letak kancing, ada tiga jenis busana tradisional Indonesia yang tidak banyak diketahui anak muda generasi sekarang. Sebuah busana disebut kebaya saat kancingnya ada di depan. Busana itu sering ditemukan dalam adat Jawa dan Bali.

    Sedangkan bila kancingnya di belakang, busana itu disebut baju kurung, yang populer di Sumatera. Terakhir, baju lamabung yang tidak berkancing sama sekali. Baju itu ada di Nusa Tenggara dan Indonesia timur.

    Ciri-ciri busana tradisional tersebut, kata Didiet, merupakan salah satu pengetahuan yang bisa dengan mudah diajarkan ke anak Indonesia. Didiet juga sering mendapat inspirasi untuk kebayanya dari buku bekas atau kuno, yang juga bisa menjadi bahan untuk dipelajari.

    “Sekarang, banyak orang lebih peduli dengan fashion show dibanding apresiasi kepada perajin. Bila kamu lihat perajin tenun di daerah, tidak ada yang muda,” ujarnya. Dia ingin anak muda Indonesia belajar cara menenun atau mengetahui proses pembuatan kain tradisional Indonesia agar tidak hilang.

    Artikel lain: Miss Earth 2017, Peserta Indonesia Pakai Baju dari Bungkus Permen

    Didiet khawatir generasi selanjutnya tidak ada yang bisa membuat kain tradisional. Bahkan semakin lama, kata dia, tidak akan ada yang membuat kain tersebut dan budaya Indonesia bisa menghilang.

    Baca Juga: Rihanna Terinspirasi Atletik dalam Koleksi Fenty x Puma di NYFW

     ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.