5 Sayuran yang Lebih Sehat Jika Dimasak Sebelum Dimakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sayuran. qatardayonline.com

    Ilustrasi Sayuran. qatardayonline.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sayuran yang dikonsumsi langsung tanpa dimasak terlebih dahulu memang sehat. Namun, beberapa jenis sayuran justru lebih sehat jika dimasak dulu. Salah satu alasannya agar nutrisi sayuran lebih mudah diserap tubuh.

    Berikut beberapa sayuran yang sebaiknya dimasak dulu sebelum disantap, seperti dikutip dari laman Familyshare.

    1. Bayam

    Kandungan antioksidan pada bayam akan berlipat ganda jika bayam melalui proses memasak, salah satunya dengan cara direbus. Proses perebusan juga berfungsi menjaga kadar antioksidan dalam bayam sehingga tubuh lebih mudah menyerapnya.

    2. Asparagus

    Dinding sel asparagus yang tebal akan menghambat penyerapan vitamin A, C, E dan asam folat. Proses memasak akan melunakkan dinding sel sehingga nutrisi pencegah kanker ini lebih mudah diserap tubuh.

    3. Wortel

    Beta karoten pada wortel akan diubah menjadi vitamin A yang bermanfaat bagi mata. Kandungan beta karoten ini akan meningkat jika wortel dimasak sebelum dikonsumsi. Sama seperti asparagus, panas membuat dinding sel wortel menjadi lunak sehingga kandungan gizinya lebih mudah diserap tubuh, seperti dikutip dari laman Familyshare.

    4. Jamur

    Ketika dipanaskan, jamur akan mengeluarkan protein, mineral, dan vitamin. Cukup kukus jamur atau tumis dengan bahan makanan lain.

    5. Tomat

    Tomat mengandungan lycopene, antioksidan yang mencegah timbulnya sel kanker. Memasak tomat 15-30 menit dengan sedikit minyak zaitun atau minyak kelapa bisa meningkatkan kadar lycopene.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:

    6 Buah dan Sayuran yang Bikin Kulit Kinclong
    Petunjuk Masak Sayuran agar Gizinya Tak Hilang
    Sayuran Digoreng atau Dikukus Waktunya Beda, Ini Detailnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.