Status Jomblo, Baik atau Buruk buat Kesehatan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jomblo. hipwee.com

    Ilustrasi jomblo. hipwee.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian orang mengira kalau menyandang status jomblo terlalu lama berisiko pada kesehatan. Para lajang kerap dianggap memiliki tingkat emosional yang kurang stabil dan fisik yang kurang bagus karena tidak ada yang mengurus. Benarkah demikian? Baca: Kenali 4 Hal yang Bisa Membuat Kita Terus Menjomblo

    Seorang peneliti di University of California, Santa Barbara, Bella De Paulo, Ph.D., menyatakan sebaliknya. “Perempuan dan pria yang lajang itu lebih peduli mengenai kesehatannya," kata Bella seperti dikutip dari TIME.

    Para jomblo, menurut dia, justru memiliki tingkat stress yang rendah dan kekuatan fisik yang prima. Orang yang belum menikah, Bella melanjutkan, diketahui lebih banyak berolahraga ketimbang yang sudah menikah walaupun belum punya anak. Baca juga: Siapa Bilang Jomblo itu Sengsara? Banyak Kenikmatannya Lho

    Para lajang, ujar Bella, juga tidak terlalu sibuk dengan pekerjaan seperti dikejar-kejar agar dapat banyak uang. Dengan begitu, para jomblo memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibanding mereka yang sudah menikah karena tidak terbebani dengan masalah keuangan, seperti yang dirasakan mereka yang sudah menikah. Artikel terkait: Perempuan Umur 25 Masih Jomblo, Awas Kena Single Shaming

    Selain itu, menurut studi dari Universitas Michigan, orang lajang lebih sedikit melakukan pekerjaan rumah, seperti bersih-bersih, mencuci, memasak, dan lainnya.

    Namun di balik sisi positif tadi, masih ada kemungkinan di mana para jomblo sebanyak 5 persen berisiko terkena masalah jantung orang yang sudah menikah. Menurut studi di American College of Cardiology, orang lajang dan yang sudah bercerai memiliki kemungkinan lebih tinggi menderita gangguan jantung. Belum ada penjelasan mengenai apa yang menghubungkan status lajang dengan masalah jantung. Artikel lainnya: Jadilah Jomblo Bahagia dan Rasakan Manfaat Berstatus Lajang

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.