Benarkah Melajang Bisa Memicu Demensia?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita jomblo. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita jomblo. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang yang memilih hidup melajang kerap dipandang negatif atau dicap jomblo. Dari sisi kesehatan, melajang pun ternyata diklaim bisa membahayakan. Itulah nasib mereka yang memutuskan hidup sendiri.

    Menurut penelitian di University College di London, Inggris, orang yang melajang cenderung rentan mengalami demensia. Ada dua alasan kenapa seseorang hidup melajang. Pertama, atas keinginan atau pilihan sendiri. Alasannya, mungkin karena takut berkomitmen, tidak tertarik pada pernikahan dan anak-anak, sibuk berkarier, tidak tertarik pada seks, dan lain-lain.

    Kedua, keadaan. Misalnya, pasangan yang meninggal dunia, tidak dapat menemukan pasangan ideal, hubungan buruk, dan ketidakamanan. Apa pun alasannya, melajang tetap bisa membuat seseorang kesepian, depresi, bahkan frustrasi secara seksual dalam jangka panjang.

    Penelitian baru-baru ini bahkan menyatakan orang lajang memiliki peluang lebih besar mengalami demensia. Seperti yang mungkin sudah diketahui, sejumlah orang terpengaruh oleh gangguan yang terkait dengan usia setelah berumur 55 tahun.

    Beberapa penyakit yang terkait dengan usia antara lain artritis, nyeri sendi, penyakit jantung, hipertensi, demensia, dan Alzheimer. Apa itu demensia? Demensia dapat digambarkan sebagai sekelompok gejala yang membuat seseorang secara bertahap kehilangan kemampuan berpikir dan mengingat. Gejala demensia meliputi hilangnya ingatan, penurunan mental, ketidakmampuan berbicara dan memahami, kebingungan, kemarahan, kegelisahan, dan sebagainya.

    Sekelompok peneliti di University College mengatakan orang yang sudah menikah atau memiliki pasangan memiliki lebih banyak kesempatan berinteraksi sosial saat usia tua dibandingkan dengan orang lajang, yang cenderung terisolasi tanpa pasangan setelah usia tertentu.

    Terlibat dalam kegiatan sosial secara teratur setelah usia 50-an dapat membantu menjaga sel-sel otak tetap aktif dan mendorong kebiasaan sehat sehingga orang-orang dengan pasangan yang tetap memiliki peluang lebih rendah menderita penyakit, seperti demensia dan Alzheimer. Jadi sebenarnya tak ada masalah berstatus melajang atau jomblo asalkan interaksi sosial tetap baik.

    BOLDSKY | LUCIANA

    Artikel lain:
    Perempuan Umur 25 Masih Jomblo, Awas Kena Single Shaming
    Jadilah Jomblo Bahagia dan Rasakan Manfaat Berstatus Lajang
    Bukan Cuma Kate Middleton, Pesohor Ini Juga Mual Parah saat Hamil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.