Hamil Anak Ketiga, Kate Middleton Kembali Terserang HG. Apa Itu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William (dua dari kiri), bersama istrinya Kate Middleton, dan kedua anaknya Pangeran George dan Putri Charlotte berjalan di lapangan terbang di Hamburg Finkenwerder, Jerman, 21 Juli 2017. Keluarga ini melakukan kunjungan tiga hari di Jerman. REUTERS/Christian Charisius

    Pangeran William (dua dari kiri), bersama istrinya Kate Middleton, dan kedua anaknya Pangeran George dan Putri Charlotte berjalan di lapangan terbang di Hamburg Finkenwerder, Jerman, 21 Juli 2017. Keluarga ini melakukan kunjungan tiga hari di Jerman. REUTERS/Christian Charisius

    TEMPO.CO, Jakarta - Kate Middleton dan Pangeran William tengah berbahagia karena akan kehadiran anak ketiga. Pihak istana mengeluarkan pengumuman resmi soal kehamilan The Duchess of Cambridge, Senin, 4 September 2017. Baca: Kate Middleton Dirawat di Rumah Sakit, Candaannya Jadi Kenyataan?

    Sama seperti ketika mengandung Pangeran George dan Putri Charlotte, Kate Middleton kembali mengalami hyperemesis gravidarum, yakni kondisi mual dan muntah di masa kehamilan dengan frekuensi serta gejala yang jauh lebih parah daripada morning sickness. Apa sebenarnya hyperemesis gravidarium itu? Berikut penjelasan versi Hello.

    Apa itu hyperemesis gravidarium?
    Hyperemesis gravidarium (HG) adalah bentuk morning sickness yang parah, bahkan bisa jadi berbahaya, karena calon ibu berisiko kekurangan cairan dan menyebabkan dehidrasi. Tak seperti kebanyakan morning sickness, HG biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan sampai kandungan berusia 21 minggu, dan mungkin saja lebih lama.

    Namun kondisi ini jarang dialami dan hanya kurang dari empat di antara 1.000 ibu hamil yang mengalaminya. Kondisi ini bisa diatasi dengan cara banyak memberi cairan dan obat antimual. HG lebih sering dialami ibu yang mengandung bayi kembar. Baca juga: Alasan Kate Middleton Pakaikan Celana Pendek ke Pangeran George

    Apa gejalanya?
    Selain mual parah, gejala lainnya adalah muntah dan tidak nafsu makan, juga perasaan lelah, pusing, dan bingung sehingga ada kemungkinan berat badan turun 10 persen. Dehidrasi adalah ancaman terbesar, dan akan menimbulkan gejala sakit kepala dan jantung berdebar. Karena enggan makan, calon ibu juga berisiko kurang gizi.

    Gejala HG biasanya muncul pada pekan ke-4 sampai ke-6 dan puncaknya antara pekan ke-9 dan ke-13. Pada kebanyakan wanita, gejala mulai mereda pada pekan ke-14 sampai 20, tapi sebanyak 20 persen penderita butuh perawatan sepanjang masa kehamilan.

    Apa penyebabnya?
    Penyebab pastinya masih belum diketahui, namun ada dugaan karena meningkatkanya kadar hormon, sehingga sulit untuk dicegah tapi bisa diatasi. HG lebih umum dialami oleh ibu-ibu muda, hamil pertama, atau hamil anak kembar dua atau lebih. Artikel lainnya: Kate Middleton Sebut Panggilan Kocak George ke Ratu Elizabeth

    Apa pengobatannya?
    Pada tahap awal, penderita HG dianjurkan untuk beristirahat dan makan sedikit roti panggang atau biskuit sebelum tidur. Sering menyantap makanan dengan porsi kecil juga sangat disarankan. Hindari hal-hal yang bisa membuat mual atau muntah. Bila gejalanya parah, segera berobat ke dokter.

    Hasil penelitian menunjukkan tak ada bahaya besar pada kasus yang ringan. Bila kondisinya parah, meski sangat jarang terjadi, HG bisa mempengaruhi kesehatan ibu dan janin, misalnya melahirkan prematur. Artikel terkait: Kate Middleton Punya Pengasuh Anak Super, Gajinya Rp 4,3 Miliar

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.