Benarkah Daging Kambing Bikin Libido Tinggi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahan daging kambing. shutterstock.com

    Ilustrasi olahan daging kambing. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Raya Idul Adha identik dengan hidangan berbahan dasar daging kambing berupa gulai, sate, dan sebagainya.

    Baca: 5 Asupan Penetralisasi Daging Kambing agar Tak Ganggu Kesehatan

    Daging kambing mengandung protein, kalori, kolesterol, sodium, dan lemak dalam jumlah yang cukup tinggi sehingga perlu diperhatikan jumlah konsumsi dan cara mengolahnya agar tidak berbahaya untuk kesehatan.

    Selain itu, daging kambing selama ini dipercaya dapat meningkatkan libido atau gairah seksual. Anggapan itu dibantah dokter spesialis gizi klinik, Diana F. Suganda. 

    "Itu mitos," ujarnya kepada Tempo ketika ditemui seusai praktik di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, Kamis, 31 Agustus 2017. “Ada emotional eating. Jadi, begitu orang makan, kemudian punya asumsi masuk ke alam bawah sadar bahwa itu meningkatkan percaya diri dan libido."

    Baca juga: Idul Adha, Trik Mengolah Daging Kambing Agar Tak Prengus

    Adapun makanan yang dapat meningkatkan libido atau dikenal dengan istilah afrodisiak biasanya memiliki kandungan zinc dan vitamin E. Kandungan tersebut juga terdapat pada daging kambing, tapi kadarnya tidak jauh berbeda dengan daging sapi.

    Diana menambahkan, salah satu bahan makanan yang mengandung zinc cukup tinggi adalah oyster atau tiram. Dengan begitu, tiram masuk kategori makanan afrodisiak. “Oyster afrodisiak zinc-nya tinggi dan tidak ada pembandingnya,” ucapnya.

    Artikel terkait: Idul Adha, Bolehkah Penderita Hipertensi Makan Daging Kambing?

    NIA PRATIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.