Perempuan Indonesia yang Pertama Terjun Payung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi terjun payung. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Ilustrasi terjun payung. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Para perempuan Indonesia menorehkan prestasi yang mengagumkan di berbagai bidang. Salah satu yang membuat terobosan adalah Tuti Gartini. Dia adalah wanita Indonesia pertama yang melakukan terjun payung dari pesawat.

    Tuti Gartini yang saat itu berusia 21 tahun, berhasil terjun dari pesawat Dakota bersama para calon anggota Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) pada ketinggian sekitar 900 kaki di atas Pangkalan Udara Hargahayu, Bandung. Peristiwa itu terjadi pada 8 Agustus 1962, pukul 09.10.

    Dalam waktu kurang dari 50 detik, Tuti Gartini mampu mendarat dengan baik. Tuti yang merupakan puteri ketiga Kolonel Udara Wirjadinata itu mengikuti latihan terjun dengan parasut dalam waktu empat hari.

    Tuti Gartini melakukan terjun payung secara sukarela dan atas sepengetahuan Menteri/Panglima Angkatan Udara. Pada kesempatan itu, dia terjun bersama 130 calon anggota melakukan latihan terjun dengan parasut.

    Saat terjun parasut dilakukan, Tuti Gartini mestinya mengikuti ujian masuk ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan setelah lulus dari Sekolah Menangah Atas. Namun karena Tuti mengikuti latihan terjun payung, maka dia mendapat dispensasi.

    ANTARA

    Berita lainnya:

    Salah Kaprah Pengertian Desainer di Masa Kini

    Mau Jadi Pramugari, Jawab Dulu 15 Pertanyaan Sulit Berikut
    Peluang Kerja Baru Lebih Seksi dari Penghasilan? Cek Risetnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.