Hipotiroidisme Rentan Terjadi pada Wanita, Apa Saja Gejalanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tiroid. Shutterstock

    Ilustrasi tiroid. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekurangan hormon tiroid menyebabkan perlambatan proses metabolisme pada tubuh manusia dan mengakibatkan kondisi yang disebut hipotiroidisme. Baca: Penderita Tiroid Selalu Lesu, Olahraga Apa yang Cocok?

    Pada kasus hipotiroid, berat pasien bisa mengalami manifestasi klinis koma miksedema, gangguan status mental, dan gagal jantung akibat konsentrasi hormon tiroksin yang sangat rendah dan berkepanjangan. Jika tidak terdiagnosis dengan cepat dan dirawat dengan baik, hipotiroidisme bisa menyebabkan kematian.

    Pada janin atau bayi, kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan cacat fisik, cacat mental, kelainan saraf, dan munculnya kretin, atau kondisi keterbelakangan mental disertai dengan bisu dan tuli, serta cara berdiri dan berjalan yang khas.

    Hipotiroidisme umumnya lebih sering dialami oleh wanita. Gejalanya adalah rambut rontok, tidak peduli, lesu, kulit kering, nyeri otot dan sendi, sulit buang air besar, dan tidak tahan dingin. Melalui pemeriksaan fisik dan laboratorium, kadar hormon tiroid dalam darah, dokter dapat mendeteksi adanya kondisi hiper atau hipotiroid. Baca juga: Rachel Amanda Kena Kanker Tiroid, Jantung Berdebar dan Leher Bengkak

    Pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi atau pindai tiroid juga bisa dipilih untuk mengetahui kondisi tiroid. "Penyebabnya bisa tiroiditis hashimoto, hipotiroid kongenital, pengangkatan kelenjar tiroid, terapi yodium radioaktif, dan radiasi daerah leher," kata Dr. Farid Kurniawan SpPD di Jakarta.

    "Belum ada data penelitian yang dapat menggambarkan persentase penduduk Indonesia dengan hipotiroid. Sebagai perbandingan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, sebanyak 4,6 persen populasi di Amerika Serikat mengalami hipotiroid tetapi jika berdasarkan gejala hipotiroid yang jelas hanya 0,4 persen," ujar Farid.

    Pasien hipotiroid harus mendapat suplementasi hormon tiroid. Obat yang biasa diberikan adalah levitiroksin. Pemberian levitiroksin dimulai dengan dosis kecil, terutama pada usia lanjut, kemudian ditingkatkan dosisnya secara bertahap 3-4 minggu sampai didapatkan kadar hormon tiroid yang normal.

    Dengan suplementasi yang baik, gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien akan membaik. "Efek samping levitiroksin adalah tulang keropos," ujar Farid. Artikel terkait: Singkirkan Barang-barang ini atau Kelenjar Tiroid Anda Rusak

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.