Visceral Fat, Biang Keladi Perut Buncit? Begini Mengatasinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perut buncit.

    Ilustrasi perut buncit.

    TEMPO.CO, Jakarta - Rasanya berat badan kita sudah ideal tapi tetap saja perut buncit. Penyebab perut buncit bermacam-macam. Biasanya, kondisi perut yang terlihat menggembung ini karena adanya penumpukan lemak di daerah perut yang sering disebut visceral fat.

    Untuk mengatasinya, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengontrol asupan makanan. Penumpukan lemak di tubuh, termasuk yang ada di perut, menurut peneliti dari Universitas Negeri Palm Beach di Amerika Serikat, terutama disebabkan oleh lemak trans.

    Artikel lain:
    7 Khasiat Minyak Tamanu, Mengatasi Peradangan sampai Tumor Kulit
    4 Manfaat Minyak Tamanu untuk Kecantikan
    Jazzercise, Cara Asyik Menyehatkan Fisik dan Mental

    Jenis lemak ini merupakan penyumbang terbesar perut besar dan bergelambir. Lemak jahat ini banyak terdapat di gorengan, kue kering, dan biskuit. Jadi, agar perut bisa tampil lebih baik, hindari makanan yang digoreng dan mengandung banyak tepung-tepungan tersebut. Sebaliknya, sayuran dan buah-buahan adalah asupan makanan yang cocok karena bebas dari lemak jahat.

    ADVERTISEMENT

    Cara selanjutnya yang wajib dilakukan untuk menghilangkan lemak perut adalah dengan berolahraga. Olahraga yang tepat untuk membakar lemak perut, misalnya sit up, jalan cepat, jogging, atau bersepeda.

    Selain itu, gerakan-gerakan senam yang berfokus pada kontraksi otot perut juga bisa dilakukan untuk membentuk perut ramping lebih cepat. Menurut Journal of Obesity pada 2011, jalan cepat sebaiknya dilakukan minimal selama 30 menit. Selain itu, kita juga bisa melatih kekuatan tubuh dengan melakukan push up, squat, atau step up.

    TABLOIDBINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.