Bahaya Plastik Hitam untuk Membungkus Daging Kurban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging sapi beku. livestrongcdn.com

    Ilustrasi daging sapi beku. livestrongcdn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyebabkan penyakit, Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat agar menghindari penggunaan kantong plastik atau kresek berwarna hitam sebagai bungkus daging kurban. Ini karena dapat tertempel cemaran kimia berbahaya.

    "Jangan sampai membungkus daging dengan kresek atau plastik hitam," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) DIY, Sutarno.

    Artikel lain:
    Cara Mudah Deteksi Penyakit? Pantau Tekanan Darah
    7 Khasiat Minyak Tamanu, Mengatasi Peradangan sampai Tumor Kulit
    Donald Trump Lihat Gerhana Matahari Tanpa Kacamata, Awas Retina

    Sutarno mengatakan plastik berwarna hitam tidak aman karena merupakan hasil daur ulang dari berbagai macam plastik dengan proses yang tidak higienis. Menurut dia, bungkus yang paling tepat dan aman untuk daging kurban atau makanan lainnya adalah plastik bening atau transparan karena bukan hasil daur ulang.

    "Maka kami anjurkan panitia kurban untuk pakai plastik transparan saja," katanya.

    Selain itu, Sutarno juga berharap para panitia kurban yang bersentuhan langsung dengan daging dipastikan tidak sedang terkena flu atau penyakit menular lainnya.

    "Karena daging mudah terkontaminasi virus-virus disekitarnya, saya berharap panitia kurban dalam keadaan sehat," ujarnya.

    Sejumlah penyakit bawaan sapi juga perlu diwaspadai, di antaranya cacing hati, antraks, dan penyakit menular lainnya.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.