Lindswell Kwok Sebut Siapa Musuh Terbesarnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet wushu Indonesia Lindswell Kwok memegang medali ketika upacara penyerahan medali wushu nomor Taijijian putri di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    Atlet wushu Indonesia Lindswell Kwok memegang medali ketika upacara penyerahan medali wushu nomor Taijijian putri di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Lindswell Kwok yang meraih medali emas di cabang olahraga wushu, SEA Games 2017 bicara mengenai musuh terbesarnya dalam berlatih wushu. Menurut gadis kelahiran 1991 ini, bagian tersulit saat berlatih wushu adalah melawan dirinya sendiri. Baca: SEA Games: Lindswell Kwok, Wushu, dan Benci yang Berubah Jadi Cinta

    “Bagian tersulit adalah melawan diri sendiri, yaitu bagaimana saya bisa tetap serius dan berfokus dalam berlatih sekalipun capek atau sedang merasa sakit. Banyak atlet yang berbakat, tapi tidak mau susah. Menurut saya, atlet seperti itu akan dikalahkan oleh atlet yang benar-benar berjuang,” kata Lindswell dalam wawancara dengan Gadi Makitan dari Tempo di Incheon, Korea Selatan, pada 2014.

    Lindswell Kwok menambahkan pelatihnya pernah berkata dia akan maju ketika bisa bertahan dan melawan dirinya sendiri. Sebab itu, Lindswell menganggap diri sendiri adalah musuh terbesarnya. Rasa lelah dan jenuh yang menghampiri dirinya itulah yang perlu dilawan. Baca juga: Peringkat Indonesia di SEA Games 2017 Seusai Lindswell Raih Emas

    “Kata pelatih saya, saya akan maju ketika bisa bertahan dan melawan diri sendiri saat capek. Itulah yang terus saya katakan berulang kali kepada diri sendiri: meskipun tidak sekuat atlet lain, saya bakal latihan hingga mencapai batas saya. Saya ingin tahu sampai di mana batas saya,” kata Lindswell.

    Lindswell Kwok tidak menampik jika rasa jenuh sering kali muncul selama Ia menekuni bela diri asal negeri tirai bambu tersebut. Berlatih sendari belia dan tempat berlatih yang sama menjadi salah satu faktor mengapa rasa jenuh menghampiri dirinya. Namun, ia mengaku punya cara khusus untuk menghilangkan kejenuhannya saat berlatih.

    “Mungkin mengobrol dengan teman yang benar-benar mengenal saya. Dan kalau sudah malas berlatih, saya coba ingat bagaimana rasanya kalah. Juga pada saat cedera. Biasanya, kalau sedang cedera, ada ketakutan muncul: apakah saya bisa? Nah, itu yang juga saya sampaikan kepada pelatih supaya saya diberi masukan dan lebih bersemangat lagi,” kata Lindswell Kwok. Artikel lainnya: Lindswell Kwok Berjuang Pulih dari Cedera untuk SEA Games

    KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.