17 Agustus, Ada Kemasan Pasta Gigi Motif Kain Tradisional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran kemasan pasta gigi Pepsodent dengan motif kain tradisional di Jakarta. TEMPO | ASTARI PINASTHIKA SAROSA

    Peluncuran kemasan pasta gigi Pepsodent dengan motif kain tradisional di Jakarta. TEMPO | ASTARI PINASTHIKA SAROSA

    TEMPO.CO, Jakarta - Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 diperingati setiap tanggal 17 Agustus dengan upacara dan berbagai lomba. Pada momentum Hari Kemerdekaan juga, Pepsodent memperkenalkan kemasan khusus yang terdiri dari tiga motif kain tradisional. Baca: 17 Agustus, Rossa Prihatin dengan Persatuan yang Kian Terkikis

    Tiga motif batik yang tampil pada kemasan pasta gigi itu adalah Batik Parang dari Jawa, Kain Ikat Kalimantan, dan Songket Pucak Rabuang dari Sumatera. Senior Brand Manager Pepsodent, Imelda Wira mengatakan pemilihan tiga jenis motif kain di didasari pada pemaknaannya.

    Imelda menjelaskan, motif Batik Parang dari Jawa melambangkan semangat yang tidak pernah padam, sedangkan Kain Ikat Kalimantan dari Kalimantan menunjukkan kegigihan dan perjuangan yang tidak pernah hilang. Adapun Songket Pucak Rabuang dari Sumatra berarti harapan dan kebaikan yang mengiringi kehidupan.

    ADVERTISEMENT

    “Edisi khusus kemerdekaan ini ingin mengangkat kain Indonesia untuk merayakan keragaman budaya Indonesia, semua disatukan dengan senyum khas Indonesia,” kata Imelda Wira di acara Pepsodent #SenyumSatuIndonesia di Cafe Batavia, Jakarta, Rabu 16 Agustus 2017. Edisi khusus kemasan pasta gigi motif kain tradisional ini, Imelda melanjutkan, akan dipasarkan selama tiga bulan mengikuti tema hari kemerdekaan. Baca juga: Tokoh 17 Agustus: Arti di Balik Nama Robot Wowwi

    Sejarawan Asep Kambali menjelaskan kaitan antara motif kain dengan ciri khas senyum masyarakat Indonesia. “Senyum sebagai manifestasi dari warisan budaya bangsa juga dapat terlihat dari bukti sejarah di relief candi Borobudur dan motif kain tradisional, seperti ulos dan motif batik yang menggambarkan berbagai kisah tentang konsep senyum dan kebahagiaan,” katanya.

    Menurut Asep, kebahagiaan dan kegembiraan yang tercermin dari senyuman tulus masyarakat Indonesia menunjukan karakteristik masyarakat homoluden yang dalam kajian Antropologi dijelaskan bahwa karakteristik masyarakat ini selalu bahagia dan tersenyum dalam menghadapi persoalan.

    Dalam kampanye #SenyumSatuIndonesia di depan Museum Sejarah Jakarta, Museum Fatahillah, ini disertai berbagai aktivitas, di antaranya fun photo booth, kelas membatik, dan pemeriksaan gigi gratis. Seorang pengunjung asal Amerika Serikat, Alex Arias mengatakan turut senang karena merasakan semarak Hari Kemerdekaan Indonesia. "Siapapun bisa belajar membatik dan mengetahui budaya Indonesia. Rasanya seru menjelang hari kemerdekaan,” ujarnya. Artikel lainnya: Tokoh 17 Agustus: 5 Hal yang Diingat Lizzie Parra di HUT RI

    ASTARI PINASTHIKA SAROSA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...