Kisah Seragam Pramuka, dari Inggris, Amerika, sampai Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota lakukan tari Pramuka saat upacara Peringatan Hari Pramuka ke-53 di Lapangan Rappokalling, Makassar, 14 Agustus 2014. Peringatan Hari Pramuka diharapkan mampu menanamkan rasa kebangsaan dan nasionalisme. TEMPO/Fahmi Ali

    Anggota lakukan tari Pramuka saat upacara Peringatan Hari Pramuka ke-53 di Lapangan Rappokalling, Makassar, 14 Agustus 2014. Peringatan Hari Pramuka diharapkan mampu menanamkan rasa kebangsaan dan nasionalisme. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Pramuka didirikan oleh Robert Baden-Powell di Inggris pada 1908, yang berawal dari sebuah buku seri berjudul Scouting for Boys. Buku tersebut berisi pelajaran tentang pelacakan, pengamatan, dan permainan. Sementara di Amerika, Pramuka berdiri berkat gagasan William Boyce. Baca: Selamat Hari Pramuka, Adhyaksa: Temu Generasi Y dan Z di Raimuna

    Jika di Indonesia seragam Pramuka berupa kemeja lengan panjang atau pendek berwarna coklat muda, celana pendek atau celana panjang, dan rok pendek atau panjang berwarna coklat tua, seragam Pramuka di Amerika terdiri dari kemeja berwarna khaki, celana pendek berwarna olive dan syal segi empat yang dikalungkan di leher.


    Seragam Pramuka 1910. classb.com

    Dikutip dari laman ClassB, versi pertama seragam Pramuka terinspirasi dari apa yang dipakai Baden-Powell di Angkatan Darat Inggris. Dia memakai kemeja, celana pendek, syal, dan topi bertepi lebar. Lengan bajunya panjang, tapi kerap digulung. Baca: Di Depan Jokowi, Adhyaksa Sindir Dana Kwarnas Pramuka Telat Cair 

    Boy Scout of America atau BSA membentuk sebuah komite bernama Badges, Awards, dan Equipment yang bertugas merancang seragam Pramuka. Komite ini memutuskan seragamnya terdiri dari atasan berwarna khaki, tunik berkerah, celana baggy selutut, dan legging. Seragam ini digunakan sampai 1917 ketika syal mengganti tunik berkerah yang kurang nyaman dan terlihat lebih militer.

    Celana pendek masuk akal digunakan saat mempertimbangkan gaya hidup Pramuka yang berkemah dan banyak beraktivitas di luar ruangan. Meski pada masa konservatif 1920-an banyak Pramuka masih mengenakan celana panjang saat tidak berada di kamp agar sesuai dengan mode masa kini.


    Seragam Pramuka anak laki-laki saat Perang Dunia kedua. classb.com

    Selama Perang Dunia kedua, Pramuka menggunakan topi seperti yang digunakan pasukan militer. Tujuannya, menunjukkan solidaritas dengan pasukan militer. Topi militer ini kemudian diganti pada tahun 1960-an dengan kain wol dan katun yang lebih ringan dan memudahkan perawatan. Baca juga: Jokowi: Pramuka Jangan Belajar Tali Temali Saja

    Pada 1980, BSA memutuskan pembaruan dan meminta perancang busana ternama Oscar de la Renta untuk mendesain ulang seragam Pramuka, Club Scouts, Penjelajah, dan pemimpin dewasa. Oscar de la Renta mengerjakan proyek ini tanpa dibayar selama dua tahun.


    Seragam Pramuka 1970. classb.com

    Seragam Pramuka rancangan Oscar de la Renta terdiri dari kemeja khaki panjang atau lengan pendek dengan hiasan merah. Dipadankan dengan celana pendek hijau olive atau celana dengan tambahan saku untuk keperluan praktis. Sedangkan syal di leher menjadi bagian opsional seragam.

    Seragam Pramuka ditambah dengan emblem yang menandakan prestasi dan pengalaman. Seragam itu lebih dar sekedar pakaian. Seragam Pramuka menjadi kebanggaan individu, kelompak, sampai negara dengan nilai-nilai yang ditanamkan dalam gerakannya. Artikel lainnya: Cerita Adhyaksa Soal Jual Rumah, HTI, dan Pertemuan dengan Jokowi

    NIA PRATIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.