Senin, 26 Februari 2018

Bukan Mensos, Najwa Shihab Sebut Proyeknya dengan Jokowi

Oleh :

Tempo.co

Sabtu, 12 Agustus 2017 08:24 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bukan Mensos, Najwa Shihab Sebut Proyeknya dengan Jokowi

    Najwa Shihab ditanya wartawan di Kupang soal kabar dia jadi Mensos, 12 Agustus. TEMPO/Jhon Seo

    TEMPO.CO, Jakarta - Najwa Shihab diberitakan sebuah surat kabar harian bakal menggantikan posisi Khofifah Indar Parawansa sebagai Menteri Sosial. Najwa terkejut ketika mengetahui informasi tersebut. "Perlu saya tegaskan, mereka tidak mewawancarai saya untuk minta konfirmasi. Dalam berita itu tidak ada tanda tanya, seakan-akan saya sudah pasti jadi menteri," kata Najwa melalui sambungan telepon, Jumat, 11 Agustus 2017. (Baca: Najwa Shihab, Putri Ulama Quraish Shihab Jawab Soal Hijab)

    Ihwal Najwa Shihab yang kerap datang ke Istana Negara, Najwa mengatakan aktivitasnya itu tidak berkaitan dengan isu reshuffle kabinet yang hangat diperbincangkan. Najwa menjelaskan, kedatangannya ke Istana Negara akhir-akhir ini berkaitan dengan sejumlah program literasi dan dia menjadi Duta Baca sejak 2016. (Baca juga: Najwa Shihab Menimbun Cokelat dan Cita-cita yang Buyar)

    "Belakangan saya memang sering ke Istana untuk mempersiapkan beberapa program literasi untuk menyambut perayaan kemerdekaan RI," kata Najwa Shihab. "Kegiatan liberasi ini juga menjadi perhatian Presiden. Pada 17 Agustus nanti, saya ingin Pak Jokowi ikut memanfaatkan Hari Kirim Buku Gratis dengan mengirim buku melalui kantor pos."


    Najwa Shihab mengatakan, di Istana Negara dia bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Teten Masduki, dan staf kepresidenan lainnya. "Saya hanya provokator untuk baca yang kerjanya menyebarkan virus baca ke mana-mana," kata Najwa yang mengaku sedih karena Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara yang penduduknya malas membaca. Adapun di Amerika misalnya, minat baca mencapai 25-27 buku per tahun per orang, dan Jepang 15-18 buku, sedangkan Indonesia hanya 0,01 per tahun.

    Untuk mengatasi masalah itu, Najwa Shihab sudah bertemu Presiden Jokowi untuk menetapkan tanggal 17 setiap bulan sebagai hari kirim buku gratis ke daerah mana pun melalui PT Pos Indonesia. "Kami berharap pencanangannya Pak Jokowi bisa mengirimkan buku ke daerah, sehingga menjadi virus bagi orang lain," ujarnya. (Berita terkait: Najwa Shihab, Reporter 001 sampai Punya Program Mata Najwa)

    TABLOID BINTANG | YOHANES SEO


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.