Femilift, Cara Supaya Vagina Sempurna

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menutupi miss v. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menutupi miss v. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat para wanita yang tidak percaya diri karena masalah organ intim dan tak mampu menyenangkan suami, sekarang tak usah khawatir lagi. Kemajuan teknologi telah membuat masalah organ intim bisa diatasi tanpa operasi, misalnya vagina yang kendur, kering, dan kurang elastis. Baca: Vagina Gatal? Solusinya Yoghurt atau Celana Dalam Kering

    Dulu, banyak orang yang harus melakukan operasi vagina sampai ke luar negeri, misalnya Korea Selatan. Kini, di dalam negeri pun persoalan itu bisa diatasi dengan bantuan sinar laser. Jadi tak perlu naik meja operasi. Prosesnya juga singkat, hanya sekitar 7 menit.

    “Salah satu teknologi non invasif alam peremajaan vagina adalah laser vagina atau femilift. Ini merupakan salah satu teknologi terbaru di bidang ginekologi,” kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau kebidanan dan kandungan, Yassin Yanuar di Jakarta. Baca juga: Bahan Makanan Ini Membantu Kesehatan Vagina

    Menurut dia, layanan teknologi ini dapat dilakukan oleh dokter spesialis kandungan yang terlatih dan berpengalaman di Indonesia, khususnya Jakarta, sehingga memudahkan pasien yang membutuhkan terapi tanpa harus ke luar negeri. Yassin Yanuar yang juga Direktur Utama Bamed Healthcare menjelaskan manfaat dari metode peremajaan vagina dengan laser atau femilift:

    1. Mengencangkan vagina
    Setelah melahirkan, jaringan vagina bisa menjadi kendur, menyebabkan rasa longgar, dan berkurangnya kepekaan. Akibatnya adalah menurunnya kepuasan selama berhubungan intim.

    Masalah inilah yang diatasi lewat Femilift dengan cara membangun kembali jaringan kolagen dinding vagina, menambah sensitivitas reseptor vagina, dan meningkatkan kemampuan kontraksi jaringan vagina, mengencangkan vagina dan meningkatkan kepuasan seksual.

    2. Stress Urinary Incontinence (SUI)
    Disebut juga stress inkoninensia urine atau kebocoran urine tanpa disadari selama aktivitas yang berkaitan dengan adanya tekanan di perut, seperti batuk, bersin, tertawa, atau berolahraga. Penyebabnya adalah berkurangnya kekuatan uretra karena struktur pendukung pelvis yang lemah. Perawatan area vagina akan meningkatkan ketebalan dinding vagina dan memperkuat struktur pendukung pelvis.

    3. Pemulihan pascamelahirkan
    Persalinan menyebabkan banyak perubahan psikologis pada tubuh perempuan. Setelah melahirkan, daerah vagina mungkin terasa renggang serta kering dan dasar panggul bisa melemah. Setelah melakukan peremajaan vagina, seluruh area organ tersebut akan membaik dan elastisitasnya meningkat lagi.

    4. Pascamenopause
    Pergeseran hormon yang terjadi akibat menopause dapat menyebabkan lapisan vagina menjadi lebih tipis, kering, kurang elastis, dan meradang. Femilift meremajakan lapisan vagina, meningkatkan ketebalan dinding vagina, dan menambah pelumasan, juga mengurangi gejala tak nyaman seperti gatal, rasa terbakar, dan membantu memperbaiki fungsi seksual.

    5. Vagina kering dan infeksi berulang
    Perempuan yang menderita infeksi dan kering pada vagina yang berulang juga bisa diterapi dengan cara meremajakan lapisan vagina dan mengembalikan pelumasan. Terapi ini meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh dan aliran darah, menghasilkan jaringan sehat yang baru dengan daya tahan kekebalan yang tinggi terhadap infeksi dan memeungkinkan vagina mempertahankan kadar pH normal secara alami.

    Artikel lainnya: Mengenal Labiaplasty, Operasi untuk Mempercantik Bibir Vagina

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.