Film 13 Reasons Why Bikin Orang Penasaran dengan Bunuh Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film 13 Reasons Why. Booktrib.com

    Poster film 13 Reasons Why. Booktrib.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pencarian kata-kata, bagaimana bunuh diri di internet naik drastis beberapa minggu setelah film serial "13 Reasons Why". ditayangkan di Netflix.  Baca: Kenali Gejala Bunuh Diri dari Posting-an di Media Sosialnya

    Serial yang pertama disiarkan pada 31 Maret 2017 itu berkisah tentang seorang remaja putri yang masih duduk di bangku SMA, bunuh diri dan meninggalkan rekaman di kaset. Rekaman itu berisi orang-orang yang menurutnya bertanggung jawab atas kematiannya.
     
    Seperti dilansir Live Science, tayangan ini kontroversial. Beberapa pakar kesehatan mental menunjukkan rasa prihatin film tersebut mengagungkan tindakan bunuh diri dan mengajak para remaja yang bermasalah agar tidak mencari bantuan. Di sisi lain, ada juga pemirsa yang menyebut tayangan tersebut bisa meningkatkan kepedulian terhadap bunuh diri.

    Untuk menyelidiki kemungkinan dampak "13 Reasons Why", para peneliti di Universitas San Diego, Amerika Serikat, menganalisis para pencari di internet yang memasukkan kata "bunuh diri" alam 19 hari setelah serial tersebut ditayangkan pertama kali. Sebagai perbandingan, para peneliti juga memperkirakan ada berapa pencarian bila serial itu tak pernah ditayangkan.

    Secara umum, pencarian mengenai bunuh diri 19 persen lebih tinggi dari yang diperkirakan semula pada minggu-minggu pertama tayangan. Ada sekitar 900 ribu sampai 1,5 juta kata "bunuh diri" yang dicari. Penelitian juga mendapati pencarian termasuk kata "bagaimana caranya bunuh diri", "melakukan bunuh diri", atau "bagaimana membunuh diri sendiri". Baca juga: 3 Kasus Bunuh Diri Berturut-turut, Dimulai di Apartemen Gateway
     
    Untungnya, para peneliti juga menemukan pencarian yang menunjukkan kepedulian, seperti "nomor layanan hotline bunuh diri" dan "pencegahan bunuh diri". 
     
    "Analisa kami mendapati "13 Reasons Why" dalam bentuknya sekarang telah meningkatkan baik kepedulian atas tindakan bunuh diri maupun gagasan untuk bunuh diri," tulis para peneliti di jurnal JAMA Internal Medicine edisi 31 Juli 2017. 
     
    Untuk mengurangi dampak buruk dari tayangan tersebut, para peneliti menganjurkan agar dalam tayangan itu juga disertai petunjuk pencegahan bunuh diri. Contohnya, adegan yang menggambarkan saat-saat pelaku membunuh dirinya dibuang, dan setiap episode harus menyertai nomor layanan hotline bunuh diri. Artikel terkait: Opini : Kenali Tanda-tanda Orang Mau Bunuh Diri  

    ADVERTISEMENT

    PIPIT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?