Diare dan Ingin Terus Makan Manis, Waspada Gejala Usus Bocor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

    TEMPO.COJakarta - Bukan hanya atap atau ember yang bisa bocor, usus juga bisa. Kondisi ini disebut juga intestinal permeability, yakni saluran usus kecil rusak. Akibatnya, partikel-partikel, racun, dan zat-zat yang tak dibutuhkan dan tak bisa dicerna, serta bakteri, keluar dari usus dan membanjiri aliran darah. 

    Darah pun dipenuhi benda-benda asing, sehingga respons sistem kekebalan tubuh negatif dan mengakibatkan peradangan dan reaksi alergi, seperti migrain, masalah perut, eksim, kelelahan parah, alergi makanan, dan rematik. 

    Kerusakan sel-sel usus juga membuat usus tak mampu memproduksi enzim yang dibutuhkan untuk mencerna. Akibatnya, tubuh tak bisa menyerap zat-zat yang dibutuhkan serta menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

    Seperti dilansir Healthy Women, usus bocor disebabkan oleh pola makan yang keliru, misalnya mengandung zat-zat yang bisa membuat reaksi negatif, seperti gluten, kedelai, dan produk-produk susu. Ketika makanan itu ditelan, tubuh pun berjuang memproduksi antibodi yang memicu respons kekebalan sehingga menyebabkan diare, pusing, lelah, dan nyeri otot.

    ADVERTISEMENT

    Usus bocor juga bisa disebabkan oleh obat-obatan, seperti antibiotik, steroid, atau pereda rasa sakit yang dijual bebas, misalnya aspirin dan asetaminofen. Obat-obatan itu membuat usus iritasi dan merusak selaput pelindung. 

    Berikut ini 10 tanda adanya kebocoran usus menurut Dr Leo Galland, Direktur Yayasan Obat-obatan Terintegrasi di Amerika Serikat.

    1. Diare akut, sembelit, kentut, atau kembung
    2. Kurang gizi
    3. Sistem kekebalan tubuh lemah
    4. Sakit kepala, bingung, kehilangan daya ingat
    5. Rasa lelah berlebihan
    6. Ruam kulit dan masalah, seperti jerawat dan eksim
    7. Ingin mengkonsumsi gula dan karbohidrat
    8. Nyeri persendian
    9. Depresi, gelisah
    10. Penyakit autoimun, seperti lupus, rematik, penyakit Celiac atau Chron’s.

    Bagaimana cara mengatasinya? Kuncinya adalah mengubah pola makan dan memangkas makanan yang bisa menjadi racun buat tubuh, misalnya gluten, alkohol, kafein, produk-produk susu, atau kedelai. Tambah lemak sehat dari ikan, kelapa, dan alpukat, serta probiotik.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    Transplantasi Feses Bisa Sembuhkan Diare
    Makanan Berikut Ini Bisa Mengatasi Keluhan Diare
    Kisah Ilmuwan Jepang Bikin Beras Penangkal Virus Diare


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...