Superfood Itu Hoax, Tak Ada Makanan yang Komplet Gizinya

Reporter

Editor

Susandijani

Ilustrasi buah dan sayur. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ahli kesehatan menegaskan tidak ada satu pun makanan yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh, karena masing-masing memiliki nutrisinya sendiri-sendiri.

"Tidak ada satu pun makanan yang super, mengandung semua zat gizi. Ada kelompok pangan tertentu misalnya yang sudah mengandung mikronutrien," ujar spesialis gizi dari Rumah Sakit Pelni, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK dalam talk show "Pangan Aman Hidup Sehat" di Jakarta, Selasa.(baca: Zat Besi Vs Pencernaan, Simak Triknya Agar Manfaatnya Maksimal)

Susu misalnya, memang dianggap sebagai sumber lengkap kandungan makronutrien dan mikronutrien. Namun tentu saja, tak semua kebutuhan nutrisi terpenuhi hanya dengan mengkonsumsi susu.

"Pangan yang dianggap kaya itu susu. Ada kombinasi vitamin B, K, Kalsium yang berperan untuk pertumbuhan. Lalu B12 untuk metabolisme tubuh, menghasilkan energi," tutur Juwalita.

Perlu diingat, seseorang membutuhkan karbohidrat, vitamin, protein, lemak ditambah sedikit asupan gula dan garam. Oleh karenanya asupan makanan yang beragam menjadi penting.

"Variasikan makanan. Ingat apakah makanan yang kita konsumsi sesuai kebutuhan makronutrien dan mikronutrien kita," kata Juwalita. (baca: 6 Alasan Para Istri Bahagia Ketika Ditinggal Suami)

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan kualitas protein yang dikonsumsi rata-rata masyarakat Indonesia masih rendah.

Hal ini karena ketidakseimbangan antara konsumsi protein hewani seperti susu, ayam, ikan, dan telur, serta protein nabati.

ANTARA






Bukan Dagingnya, Ini Bagian Tersehat dari Buah Alpukat  

31 Agustus 2017

Bukan Dagingnya, Ini Bagian Tersehat dari Buah Alpukat  

Alpukat dikenal kaya dengan kandungan lemak baik dan potasium, mineral yang ampuh menjaga tekanan darah dan mencegah stroke.


Jangan Buang Makanan, Intip 10 Faktanya

8 Agustus 2017

Jangan Buang Makanan, Intip 10 Faktanya

Makanan yang saat ini terbuang di Eropa misalnya, dapat memberi makan 200 juta orang.


Alpukat Kaya Manfaat, Benarkah Dapat Meningkatkan Fungsi Otak?

8 Agustus 2017

Alpukat Kaya Manfaat, Benarkah Dapat Meningkatkan Fungsi Otak?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Aging Neuroscience baru-baru ini mencoba membuktikan apakah alpukat bermanfaat untuk otak.


BPOM: Makanan Mengandung Zat Berbahaya Menurun secara Nasional

3 Juni 2017

BPOM: Makanan Mengandung Zat Berbahaya Menurun secara Nasional

Ketua BPOM Penny Kusumastuti Lukito memaparkan adanya penurunan jumlah makanan yang tidak memenuhi ketentuan dari BPOM secara nasional.


Indonesia dan Thailand Kerja Sama Teknologi Pascapanen untuk Buah  

21 April 2017

Indonesia dan Thailand Kerja Sama Teknologi Pascapanen untuk Buah  

Indonesia dan Thailand bekerja sama mengembangkan teknologi pascapanen untuk buah-buahan.


Cabai Impor Asal Cina dan India Aman Dikonsumsi

2 Maret 2017

Cabai Impor Asal Cina dan India Aman Dikonsumsi

Disperindag Provinsi Jawa Timur bersama dengan BBPOM Surabaya telah melakukan investigasi atas cabai impor asal Cina dan India.


Awasi Peredaran Makanan, DKI Rilis Laboratorium Keliling  

1 Februari 2017

Awasi Peredaran Makanan, DKI Rilis Laboratorium Keliling  

Dengan begitu, kata Sumarsono, pemerintah dapat mendeteksi makanan yang mengandung racun dan bahan berbahaya.


Kacang-Kacangan Ini Mampu Jadi Pengganti Daging

12 Desember 2016

Kacang-Kacangan Ini Mampu Jadi Pengganti Daging

"Makanan kaya protein berbasis kacang-kacangan mengandung serat lebih banyak daripada daging babi dan sapi"


Peneliti Menyimpan Ragi Bir yang Sempurna

18 November 2016

Peneliti Menyimpan Ragi Bir yang Sempurna

Belgia terkenal memiliki ratusan bir berbeda tetapi tidak sebanding dengan ragi yang digunakan untuk membuatnya, sekitar 30.000 disimpan di es


Kandungan Gizi pada Ubi Ungu Ungguli Beras  

5 September 2016

Kandungan Gizi pada Ubi Ungu Ungguli Beras  

Guru besar gizi masyarakat dari IPB, Prof Ali Khomsan, mengatakan ubi ungu memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bahan makanan pokok.