Selasa, 13 November 2018

Pilih-pilih Pakaian Dalam untuk Olahraga, Simak Saran Pakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model Martha Hunt, berpose  diatas ring tinju saat mempromosikan latihan pakaian terbaru dari pakaian olahraga Victoria Secret. dailymail.co.uk

    Model Martha Hunt, berpose diatas ring tinju saat mempromosikan latihan pakaian terbaru dari pakaian olahraga Victoria Secret. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Bermacam-macam pakaian dalam bermunculan belakangan ini dengan jenis, bentuk, warna, dan bahan yang semakin beragam. Hal itu justru membuat kita bingung ingin memilih yang mana, terutama untuk berolahraga, apakah yang berbahan katun atau likra? Apakah lebih baik mengenakan thong atau celana yang pas di bokong? Baca: 3 Hal Penting Saat Memilih Pakaian Dalam

    Supaya tidak bingung, pelajari dulu apa kira-kira kelebihan dan kekurangan jenis celana dalam tertentu saat dipakai berolahraga. Menggunakan celana dalam model klasik sepertinya menjadi pilihan yang tepat karena bahan yang nyaman, tidak membuat kulit gatal-gatal dan ruam. Berikut tips memilih celana dalam yang cocok untuk aktivitas fisik, seperti dilansir Bustle.

    1. Hindari thong
    Pakar menganjurkan tidak menggunakan thong saat berolahraga. “Thong biasanya ketat dan suka ikut bergerak ke depan dan belakang ketika kita berolahraga. Gesekan dan panas yang dihasilkan tersebut bisa menyebabkan infeksi saluran kencing dan infeksi bakteri di vagina, apapun bahan celananya,” kata Dr. David Bank kepada Shape.

    Bukan hanya saat berolahraga, thong juga sebaiknya tidak dipakai dalam aktivitas sehari-hari. Musababnya, thong bisa menyebarkan bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kencing dan vagina. Bakteri yang dimaksud termasuk E-coli, yang mungkin berpindah dari anus ke vagina akibat gesekan thong.

    2. Pilih bahan katun
    Celana berbahan katun adalah pilihan terbaik. Serat alaminya bekerja maksimal dan membuat organ intim terasa segar. Katun akan menyerap keringat dari kulit, mencegah pertumbuhan kuman, dan baik dipakai sesering mungkin. Hindari bahan sintetis seperti nilon dan likra, yang tidak menyerap keringat dan panas sehingga menjadi sarang kuman.

    Pastikan juga untuk segera melepas celana dalam setelah berolahraga, meski berbahan katun sekalipun. “Celana katun bisa mencegah infeksi kuman. Tapi bila tubuh berkeringat, tetap saja risikonya besar karena bahan katun lambat kering,” kata Cynthia Bayer, seorang praktisi perawat di Universitas Drexel di Philadelphia, Amerika Serikat.

    Sebagai antisipasi, bawalah beberapa buah celana dalam saat berolahraga dan segeralah berganti celana bila sudah basah oleh keringat. Baca juga: 3 Kesalahan yang Dilakukan Perempuan saat Pilih Bra

    3. Hindari celana terlalu ketat
    Menurut Dr. Orly Avitzur, mengunakan celana dalam yang terlalu ketat tidak baik, bukan hanya untuk berolahraga tapi juga aktivitas sehari-hari. Terlalu sering mengenakan celana dalam yang ketat bisa menyebabkan infeksi saluran kencing.

    4. Pilih yang tanpa jahitan
    Celana dalam yang mulus tanpa jahitan atau sambungan akan mencegah terlihatnya bayangan celana saat kita mengenakan legging waktu berolahraga. Celana dalam Jenis ini juga lebih bersahabat buat kulit. Tapi karetnya yang terlalu ketat bisa menyebabkan iritasi kulit.

    “Iritasi yang parah dan gesekan bisa memicu abrasi pada kulit yang cukup dalam dan membuat warna kulit lebih gelap atau bekas luka permanen. Bila celana sudah terlalu lama, karetnya melar dan bisa menyebabkan kulit merah-merah,” ujar dermatolog Dr. Sandra Lee kepada Women’s Health. Artikel terkait: Bra Olahraga Mahal, Ketahui Cara Merawatnya

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.