Posisi Tempat Duduk Tentukan Prestasi Anak? Ini Faktanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belajar di kelas. shutterstock.com

    Ilustrasi belajar di kelas. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang masuk sekolah tahun ajaran baru, banyak orang tua mulai bersiap agar putra dan putrinya bisa dapat posisi tempat duduk di depan. Harapannya, agar anak bisa serius belajar dan menjadi berprestasi.

    Persiapan ala para orang tua ini bahkan sampai membuat mereka rela terjun langsung memilih dan menjagakan posisi tempat duduk yang dianggap terbaik untuk anaknya. Seperti yang ramai dibahas di media sosial Facebook baru-baru ini. Ada sebuah kelas yang pada setiap mejanya sudah terpasang tas, padahal hari pertama sekolah belum lagi dimulai. Tas sekolah anak sudah direkatkan kuat menggunakan lakban, bahkan paku. Sekali lagi, ini semua dilakukan demi membuat anak menjadi berprestasi.Benarkah ?

    Ayoe Sutomo, psikolog anak yang konsen dengan dunia pendidikan, berpendapat bahwa tidak melulu anak yang duduk di depan akan menjadi pintar, dan anak yang duduk di belakang tidak mutlak menjadi lebih bodoh.

    "Tidak ngaruh, ya. Anaknya mendapat duduk di depan tidak otomatis menjadikannya lebih pintar. Ada banyak faktor lain mempengaruhi," kata Ayoe Sutomo. "Hanya saja dengan duduk di depan memang terkesan membantu anak belajar lebih mudah karena distraksinya lebih kecil dibanding duduk di belakang. Kalau anak duduk di depan, mendengar instruksi guru lebih jelas atau jarak pandang ke papan tulis lebih dekat, jadi harapannya anak bisa lebih fokus belajar," ujarnya melanjutkan.

    ADVERTISEMENT

    Oleh karena itu, jika anak nanti kebetulan tidak mendapatkan posisi duduk di depan, orang tua tidak perlu cemas. Terlebih jika anak diketahui bukan tipe yang mudah terdistraksi atau tingkat fokusnya tinggi dan tidak terdapat gangguan juga pada pengelihatannya, maka duduk di depan atau belakang tidak masalah.

    "Apalagi sekarang di sekolah biasanya diterapkan sistem rolling, ya. Jadi anak tidak akan merasakan duduk di sudut yang sama terus dan orang tua tidak perlu memaksakan anaknya duduk di depan," ujar Ayoe Sutomo.

    "Kecuali jika orang tua sudah berpengalaman melihat anaknya saat kelas satu (SD) konsentrasinya kurang atau penglihatannya terganggu dan itu terbukti berpengaruh pada prestasi belajarnya, bolehlah mengajukan kepada guru agar anak ditempatkan di depan," pungkasnya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Menu Pilihan yang Terinspirasi dari Adegan Topeng Kaca
    Tidur dan Komplikasi Persalinan, Apa Hubungannya?
    Pijatlah Bayi saat Hati Senang, Gunakan Minyak Khusus


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pendaftaran Kartu Prakeraja Gelombang 18 Akan Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar

    Pemerintah akan membuka pendaftaran program Kartu Prakerja Gelombang 18 dalam waktu dekat. Begini syarat dan cara daftar untuk mendapatkan kartu itu.