Kopi Rahasia Umur Panjang, Berapa Cangkir Sehari?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita membuat kopi. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita membuat kopi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Mereka yang minum kopi diperkirakan akan hidup lebih lama, demikian dua penelitian baru yang diterbitkan jurnal Annals of Internal Medicine Amerika Serikat mengungkapkan.

    Studi pertama yang dilakukan di 10 negara Eropa menemukan bahwa mereka yang meminum kopi memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan yang tidak mengkonsumsi si hitam ini.

    Sedangkan studi kedua menemukan bahwa konsumsi kopi yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah pada orang kulit putih dan pada populasi non-kulit putih. Adapun, manfaat tersebut sama-sama terdapat pada kopi berkafein maupun tanpa kafein.

    Temuan pada penelitian kedua yang dilakukan oleh para periset di University of Southern California tersebut penting, karena mengungkap ras yang berbeda memiliki gaya hidup dan risiko penyakit yang berbeda. (baca : Lama Melajang? Mungkin Anda Androphobia, Apa Solusinya?)

    "Merekomendasikan minum kopi untuk mengurangi angka kematian atau mencegah penyakit kronis memang terlalu dini," kata editorial jurnal tersebut.

    "Namun, semakin jelas bahwa minum kopi tiga sampai lima cangkir per hari atau mengkonsumsi kafein sampai 400 miligram per hari tidak terkait dengan efek kesehatan yang merugikan pada orang dewasa dan dapat dimasukkan ke dalam makanan sehat,” tambah editorial itu.

    Dalam studi pertama, peneliti dari International Agency for Research on Cancer and Imperial College London membandingkan semua penyebab kematian spesifik pada peminum kopi dengan yang bukan peminum kopi.

    Mereka menemukan bahwa peserta yang minum tiga cangkir atau lebih kopi per hari mendapat banyak keuntungan dalam hal menurunkan angka kematian.

    Dalam studi kedua, para peneliti di University of Southern California berusaha untuk menentukan bagaimana konsumsi kopi mempengaruhi kesehatan di berbagai ras dengan menggunakan data dari studi Multiethnic Cohort, yang diikuti lebih dari 185.000 orang Amerika Afrika, Amerika Asli, Hawaii, Amerika Jepang, Latin, dan kulit putih dengan rata-rata usia 16 tahun.

    Mereka menemukan bahwa minum kopi berkaitan dengan rendahnya terkena risiko penyakit jantung, kanker, stroke, diabetes, dan penyakit pernafasan dan ginjal untuk orang Afrika-Amerika, orang Jepang-Amerika, Latin dan kulit putih. (Baca : Tirai, Salah Satu Sarang Kotoran di Rumah, Ada Lagi?)

    Orang yang mengkonsumsi secangkir kopi sehari, 12 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Sementara orang yang minum hingga tiga cangkir sekali, mampu mengurangi risiko kematian hingga 18 persen.

    Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia, dengan perkiraan 2,25 miliar cangkir kopi diminum di seluruh dunia setiap hari. Karena banyak dikonsumsi, informasi mengenai efek kesehatan yang ditimbulkan dari kopi dipandang penting. Demikian dilansir Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.