Thom Browne Rilis Koleksi untuk Wimbledon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koleksi busana olahraga Thom Browne. Thom Browne

    Koleksi busana olahraga Thom Browne. Thom Browne

    TEMPO.CO, Jakarta - Perancang busana Amerika, Thom Browne dikenal dengan karyanya berupa pakaian olahraga klasik. Klasik yang dibuat Thom Browne tidak terkesan santai atau informal dan cocok untuk olahraga atletik klasik Amerika.

    Pada perayaan Thanksgiving 2016, Thom Browne menampilkan gaya untuk sebuah pertandinang sepak bola yang bernuansa abu-abu dan biru tua. Awal tahun ini dia menampilkan sepatu yang terinspirasi dari sepatu roda, serta pakaian rajut bermotif garis-garis.

    Kini, Thom Browne meluncurkan koleksi untuk pria dan wanita yang terinspirasi dari tenis. Koleksi ini menampilkan beberapa jenis pakaian berwarna putih, seperti blazer dan rok lipit bermotif garis-garis. Tentu saja koleksi ini dibuat bertepatan dengan pertandingan tenis bergengsi, Wimbledon.

    "Semua ini dirancang khusus untuk pertandingan tenis, dan mengingat London," ujar Thom Browne seperti dilansir dari Vogue. Nama Thom Browne belum cukup dikenal di dunia fashion, meski dia mendapatkan tiga penghargaan sebagai desainer pakaian laki-laki dari Council of Fashion Designers of America atau CFDA dan perusahaannya menghasilkan pendapatan sekitar USD 100 juta pada 2016, tidak banyak rumor tentang merek tersebut.

    Koleksi busana olahraga yang bertepatan dengan Wimbledon ini sekaligus merayakan pembukaan gerai terbarunya di London pada pekan ini. Bahkan rencananya Thom Browne bakal membuka lima gerai lagi pada 2017.

    NIA PRATIWI

    Berita lainnya:

    Menilik Busana Konser Anggun C Sasmi

    Pernak-pernik Spider-Man: Homecoming di Ranah Fashion
    Cerita Permak Penampilan Pacar Spiderman di Spider-Man: Homecoming


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.