Merajut Bikin Pikiran Orang Tua Tetap Tajam

Reporter

Seorang ibu membuat rajutan di Kota Bogor, 21 April 2016. Ibu-ibu di Sindang Barang Bogor tersebut mampu membuat sejumlah kerajinan tangan rajutan dan daur ulang, guna menyalurkan keahlian dan kesenangannya dalam merajut dan mengembangkan ide-ide kreatif meski keterbatasan sumber daya manusia dan alat. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan yang merangsang kegiatan mental dapat membuat pikiran orang tua tetap tajam. Aktivitas bersama pada malam hari yang merangsang mental, seperti bermain kartu atau bahkan ular tangga, dapat menurunkan risiko kerusakan kognitif.

Hasil penelitian Mayo Clinic menunjukkan bersenang-senang di malam hari, makan malam bersama keluarga dan berkumpul bersama, ataupun kegiatan yang merangsang mental dapat membantu pikiran orang tua tetap tajam.

Dalam sebuah penelitian pada bulan Januari 2017 yang dipublikasikan di JAMA Neurology, Mayo Clinic meneliti lebih dari 1.900 orang tua berusia 70 tahun ke atas selama 4 tahun. Awalnya, peserta secara kognitif normal. Para peneliti memeriksa peserta setiap 15 bulan untuk mengevaluasi kesehatan kognitif mereka dan menanyakan seberapa sering mereka terlibat dalam berbagai jenis kegiatan.

Berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan, para peneliti membandingkan aktivitas peserta dan risiko pengembangan gangguan kognitif ringan. MCI, kondisi yang melibatkan masalah ingatan, bahasa, dan pemikiran dan dapat meningkatkan risiko seseorang menderita demensia atau Alzheimer.

Hasilnya, peserta yang terlibat dalam kegiatan merangsang mental termasuk bermain game setidaknya satu atau dua kali seminggu secara signifikan cenderung lebih terbebas dari MCI.

Para periset menemukan penggunaan komputer, membuat kerajinan tangan, dan aktivitas sosial juga dapat menurunkan risiko kerusakan kognitif. Dengan begitu, berselancar di dunia maya atau membuat selimut rajutan tetap merupakan ide yang bagus.

Meski begitu, penelitian tersebut menemukan korelasi antara aktivitas stimulasi mental dan risiko MCI yang lebih rendah, bukan hubungan sebab-akibat. Penulis penelitian juga mencatat bahwa beberapa orang membawa versi gen yang dikenal sebagai APOE yang menempatkan mereka pada risiko gangguan kognitif yang lebih tinggi. Jadi, sebenarnya temuan ini mungkin tidak berlaku dengan cara yang sama untuk orang yang mewarisi gen carrier tersebut.

TABLOIDBINTANG


Berita lainnya:

Rasakan Perbedaan Setiap Fase Reuni Sekolah
5 Hal Positif Menikah dengan Wanita yang Lebih Tua 
Menjelang HPL, Cek Daftar Perlengkapan Bersalin yang Wajib






5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

4 jam lalu

5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

Mengonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi dari waktu ke waktu dapat mencapai tingkat racun atau berbahaya dalam tubuh.


Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

12 jam lalu

Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan BPA dapat berdampak pada kesehatan manusia dengan berbagai cara.


Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

1 hari lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

3 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

3 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

3 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

4 hari lalu

Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Mengonsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Berikut jumlah ideal gula yang bisa dikonsumsi dalam sehari.


3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

5 hari lalu

3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.


Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

6 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

Teh matcha, yang memiliki kandungan kafein dan antioksidan lebih banyak daripada teh hijau, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?


DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

7 hari lalu

DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

DKI Jakarta menargetkan penurunan 41 persen polutan berbahaya PM2,5 pada 2030 melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara.