Keripik Sayuran Lebih Menyehatkan, Itu Salah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keripik kentang. Shutterstock

    Ilustrasi keripik kentang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengkonsumsi sayur-mayur dianggap sebagai bagian dari pola makan sehat. Berbagai kreasi makanan berbahan dasar sayuran dibuat agar tidak merasa bosan saat menyantapnya, salah satunya dengan dibuat keripik.

    Ubi jalar, bit dan wortel merupakan beberapa jenis sayuran yang bisa diolah menjadi keripik yang renyah dan lezat. Makanan ini cocok untuk dijadikan camilan, dan dianggap sebagai makanan sehat. Tapi, camilan "sehat" ini ternyata tidak terlalu menyehatkan.

    Sebuah studi baru yang dilakukan ahli gizi Charlotte Sitling-Reed menemukan pada kenyataannya keripik sayuran bisa lebih tidak menyehatkan dibandingkan keripik biasa. Sebungkus keripik sayuran bisa terdiri dari dua pertiga sayuran, sisanya adalah minyak dan garam.

    Akibatnya, kandungan lemak dari tiap bungkus keripik sayuran lebih tinggi dibandingkan camilan lain yang dianggap tidak menyehatkan. "Keripik tetaplah keripik, meski dibuat dari sayuran, tetap saja mengandung terlalu banyak lemak dan garam," kata Stirling-Reed.

    ANTARA

    Berita lainnya:
    Perempuan dari 20 Negara Ini Paling Hot di Ranjang


    Zat Dalam Brokoli Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2, Apa Itu?

    Libur Lebaran, Hindari 4 Kebiasaan Berikut agar Tubuh Tak Gemuk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.