Kalap Makan Saat Lebaran, Ingat Satu Kunci Sehat

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi makanan Indonesia. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kolesterol adalah kata-kata yang sangat ditakuti banyak orang saat Lebaran. Berbagai makanan khas Idul Fitri di Indonesia biasanya mengandung lemak dan kolesterol yang tinggi karena dominasi santan hampir di setiap menu.

Sebenarnya, kuncinya pada saat Lebaran kita harus mampu mengontrol makanan yang dikonsumsi. Sebab, terlalu berlebihan bisa menjadi faktor utama naiknya kolesterol, terutama bagi mereka yang sudah tahu mengidap kolesterol tinggi.

Kolesterol merupakan zat lemak yang disebut sebagai lipid dan berperan penting untuk menjaga tubuh tetap berfungsi normal. Kolesterol diproduksi di dalam hati dan juga dapat diperoleh dari beberapa jenis makanan yang dikonsumsi. Baca: Lebaran, Ada Seleb Penggila Nastar dan Pakai Baju Seragam

Dalam sebuah wawancara dengan bisnis.com beberapa waktu lalu, internis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, menjelaskan soal peredaran kolesterol dalam tubuh. Menurutnya, kolesterol beredar dalam darah dengan bantuan protein.

Ketika keduanya sudah bergabung, terbentuklah lipoprotein yang terbagi amenjadi kolesterol jahat atau low density lipoprotein / LDL serta kolesterol baik atau high density lipoprotein / HDL, yang dapat melarutkan kolesterol jahat.

Berlebihnya kadar kolesterol di dalam darah atau hiperlipidemia dapat berdampak buruk pada kesehatan. Bahkan, penderita biasanya tidak menyadari dalam tubuhnya sedang mengalami kadar kolesterol tinggi yang berbahaya. “Kalau kadar kolesterol dalam darah sudah melebihi batas normal ( 150 - 200 mg ), sebaiknya mulai waspada dan mengatur pola makan,” katanya.

Yang lebih dianjurkan adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak nabati dan memperbanyak sayur serta buah. Beberapa jenis asupan yang menjadi sumber lemak nabati di antaranya adalah avokad, kenari, kedelai, makadamia, dan tumbuhan laut. Baca juga: Lebaran, Krisdayanti Open House dengan 6 Menu Spesial

Utamakanlah mengkonsumsi makanan yang diproses dengan direbus dan dikukus. Kemudian, kurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti kuning telur, jeroan, dan makanan laut, semisal udang, kepiting, dan cumi-cumi, termasuk gorengan, santan, dan keju.

Spesialis jantung Dr. Vito A. Damay, Sp.JP menjelaskan, kondisi kadar kolesterol jahat yang tinggi sebenarnya tanpa gejala spesifik. “Walaupun masyarakat Indonesia umumnya berasumsi gejala kolesterol tinggi bisa dikenali lewat tanda seperti pusing pada bagian belakang kepala, pegal pada tengkuk dan pundak, serta nyeri pada dada bagian kiri seperti tertusuk,” ujar Dr. Vito, seperti dikutip dari Tabloidbintang.

Lima jenis makanan yang tinggi kadar kolesterol jahat atau LDL di antaranya kuning telur dengan 1.234 miligram kolesterol / 100 gram, telur ikan dengan 588 mg kolesterol / 100 gr, hati dengan 564 mg kolesterol / 100 gr, mentega dengan 215 mg kolesterol / 100 gr, dan udang dengan 588 mg kolesterol / 100 gr.

Sementara itu, Marya Haryono, spesialis gizi klinik di RSU Bunda mengatakan batas anjuran asupan kolesterol 200 gram per hari atau kurang lebih setara dengan satu kuning telur. Penderita kolesterol bisa saja tidak memiliki gejala jika kolesterol sedang tinggi, tetapi menjaga asupan makanan dan cek kesehatan langsung kepada dokter adalah cara yang paling aman.

Jaga agar tubuh tetap bugar dengan selalu mencukupi kebutuhan tidur dan berolah raga, sehingga stamina terus terpelihara. Sebelum beraktivitas, lakukan peregangan ringan di pagi hari. Berolah raga secara teratur terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar HDL, serta membantu membakar kolesterol atau lemak dalam tubuh menjadi energi.

PIPIT

Berita lainnya:

Lebaran : Trik agar Interior Lebih Baru dan Bersih

Tetap Cantik Saat Mudik? Jangan Lupa Tabir Surya

Mudik Lebaran, Tidur Selama Perjalanan Picu Diabetes






H+11 Lebaran 2017, Volume Mobil di Tol Cipali Turun 5,3 Persen  

7 Juli 2017

H+11 Lebaran 2017, Volume Mobil di Tol Cipali Turun 5,3 Persen  

LMS kembali mengingatkan para pengguna jalan untuk tetap waspada selama berkendara pada masa mudik Lebaran 2017.


Menhub Beberkan Rahasia Kunci Sukses Mudik 2017, Ternyata Ini..

7 Juli 2017

Menhub Beberkan Rahasia Kunci Sukses Mudik 2017, Ternyata Ini..

Kendala ego sektoral bukan hanya terjadi antar lembaga
pemerintah saja, tetapi juga di internal Polri.


Evaluasi Kemacetan, PUPR Akan Buat Jalur Alternatif Nagreg

6 Juli 2017

Evaluasi Kemacetan, PUPR Akan Buat Jalur Alternatif Nagreg

Basuki mengevaluasi kemacetan yang masih terjadi di jalur mudik selatan Nagreg pada musim Lebaran 2017.


Komisi V DPR Apresiasi Kinerja Kemenhub Tangani Arus Mudik 2017

5 Juli 2017

Komisi V DPR Apresiasi Kinerja Kemenhub Tangani Arus Mudik 2017

Kementerian Perhubungan akan melakukan berbagai terobosan untuk penyelenggaraan mudik tahun-tahun mendatang.


Libur Lebaran 2017, Jumlah WNI ke Luar Negeri Meningkat

5 Juli 2017

Libur Lebaran 2017, Jumlah WNI ke Luar Negeri Meningkat

Imigrasi mencatat kenaikan jumlah keberangkatan WNI ke luar
negeri di masa libur Lebaran 2017 dibanding tahun lalu.


Lebaran, Penumpang KRL Naik 10 Persen

5 Juli 2017

Lebaran, Penumpang KRL Naik 10 Persen

Penumpang KRL membludak pada hari ketiga hingga kelima
Lebaran.


Polri Tangani 206 Kasus Pangan Selama Ramadan 2017  

5 Juli 2017

Polri Tangani 206 Kasus Pangan Selama Ramadan 2017  

Kapolri Tito Karnavian menyatakan ada 206 kasus yang ditangani satgas pangan selama bulan puasa.


Jumlah Kendaraan di Jalan Tol Cipali Menurun pada H+9 Lebaran

5 Juli 2017

Jumlah Kendaraan di Jalan Tol Cipali Menurun pada H+9 Lebaran

Volume lalu lintas hingga pagi tadi masih lebih tinggi dua kali lipat daripada kondisi normal yang hanya 26 ribu kendaraan.
per hari.


Evaluasi Mudik Lebaran: Menteri Luhut Sebut Kerja Tim Sangat Baik

4 Juli 2017

Evaluasi Mudik Lebaran: Menteri Luhut Sebut Kerja Tim Sangat Baik

Tak hanya jalan tol, area peristirahatan juga sebagai tempat yang memiliki nilai komersial.


Evaluasi Mudik Lebaran: Menteri PUPR Akan Benahi Jalan Tol  

4 Juli 2017

Evaluasi Mudik Lebaran: Menteri PUPR Akan Benahi Jalan Tol  

Untuk mudik 2018, jalan tol hingga ke Semarang menjadi fokus utama untuk diselesaikan.