Mudik Lebaran, Tidur Selama Perjalanan Picu Diabetes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tidur di pesawat. shutterstock.com

    Ilustrasi tidur di pesawat. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Apa yang biasanya kamu lakukan sepanjang perjalanan mudik Lebaran. Jika tidak menyetir atau menemani sopir, sebagian besar orang memilih tidur. Selain nyaman dan seperti diayun-ayun, tidur dapat menebus kelelahan serta berharap tubuh segar saat sampai tujuan.

    Menurut penelitian dari Universitas Yale, Amerika, orang yang terlalu banyak tidur -termasuk dalam perjalanan, akan mengganggu kadar gula darah. Dalam riset tersebut, peneliti mengamati pola tidur 1.709 pria dan menemukan mereka yang tidur kurang dari 6 jam sehari memiliki dua kali risiko diabetes. Baca: Mudik Lebaran, Perhatikan Baju yang Nyaman di Perjalanan

    Adapun mereka yang tidur lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko peningkatan kadar gula darah sampai tiga kali lipat. Dalam studi ini, peneliti menemukan terjadi peningkatan kadar hemoglobin A1C -penanda diabetes berkaitan dengan tidur, dalam darah responden yang kurang dan kelebihan tidur.

    "Studi ini menemukan kadar A1C hemoglobin akan stabil jika Anda tidur dalam waktu ideal, yakni antara 7 sampai 8 jam sehari," kata Eric Yan, MD, spesialis nutrisi dokter di Valens Medical di Irvine, California. Baca juga: 3 Solusi Pelindung Rumah saat Ditinggal Mudik

    Supaya durasi tidur tetap teratur selama perjalanan, segera istirahat jika tubuh sudah lelah dan mata mengantuk. Apabila kamu punya waktu untuk mengingap di hotel, hindari menonton televisi dan minum minuman berkafein. Sebaiknya, mandi pakai air hangat karena akan membantu tidur lebih cepat dan bikin tubuh rileks.

    ADVERTISEMENT

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    Trik Mengatasi Hidangan Berlimpah Saat Lebaran
    Dian Sastro dan Nagita Slavina Bisnis Mukena, Harga Jutaan


    Lebaran Pakai Kaftan Seleb, Model Syahrini dan Nagita Slavina


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...