Sabtu, 24 Februari 2018

Mainan Fidget Spinner Makan Korban, Dokter: Bukan Alat Terapi

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 20 Juni 2017 03:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mainan Fidget Spinner Makan Korban, Dokter: Bukan Alat Terapi

    Seorang bocah memperlihatkan triknya dalam bermain fidget spinner dengan diletakkan di atas hidungnya saat ikuti sebuah kontes fidget spinner di Ashdod, Israel, 11 Mei 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Fidget spinner merupakan permainan yang sedang tren saat ini. Benda yang berputar pada porosnya dan memiliki beragam bentuk itu meledak di pasaran selama beberapa bulan terakhir.

    Fidget spinner dibuat oleh Catherine Hettinger. Perempuan asal Florida, Amerika Serikat itu mendaftarkan hak paten untuk mainan ciptaanya pada 1997. Hak paten tersebut habis pada 2005, dan Catherine Hettinger tidak memperanjang. Walhasil, saat ini banyak perusahaan mainan yang mengembangkan fidget spinner. Baca: Bunda, Ini Awal Mulanya Tercipta Mainan Fidget Spinner

    Di beberapa sekolah di negara bagian Amerika Serikat dan Inggris melarang penggunaan fidget spinner karena dianggap mengganggu konsentrasi belajar. Ada pula satu kasus mengebohkan yang terjadi di Negara Bagian Texas dan Oregon, Amerika Serikat.

    Dia dua tempat itu, seorang anak bernama Britton, 10 tahun, dan Cayden, 5 tahun, dilarikan ke rumah sakit karena tersedak komponen fidget spinner. Britton dan Cayden harus dioperasi untuk mengeluarkan komponen fidget spinner dari dalam dada mereka.

    Anak-anak itu selamat. Ibu Britton dan Cayden, Kelly Rose Joniec dan Johely Morelos, mengingatkan orang tua di seluruh dunia agar mengawasi anak yang bermain fidget spinner. Baca juga: Mainan Fidget Spinner Bikin Anak Tenang atau Mengganggu?

    Dokter keluarga dan anggota dewan direksi Akademi Dokter Keluarga yang berbasis di Colorado, Amerika Serikat, Dr. John L. Bender, mengatakan fidget spinner belum terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat.

    “Karenanya, saya tidak akan meresepkannya dalam praktik medis sebagai alat bantu terapi," katanya. Jadi, jika ada orang tua yang bertanya apakah boleh memberikan mainan fidget spinner kepada anak-anak mereka, Bender menjawab, "saya tidak tahu apakah itu bermanfaat atau berbahaya." Artikel lainnya: Fidget Spinner Mainan Idaman Lebaran, Perhatikan Keamanannya

    Menurut Bender, perlu penelitian yang detil dan memakan waktu lama untuk mengetahui manfaat fidget spinner di dunia medis. Dan ketika penelitian itu selesai, bisa jadi tren mainan anak sudah berubah.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.