6 Gejala Harus Pindah Kerja Meski Karir Masih Bagus

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi wanita produktif di kantor. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pindah kerja, mungkin kata itu menjadi momok tersendiri bagi Anda. Apalagi jika Anda merasa tidak ada masalah dengan tempat kerja yang sekarang. Pindah kerja sebenarnya itu tidak mudah - tapi, bukan berarti tidak mungkin dilakukan jika Anda ingin merasa hidup ‘lebih hidup’.

Untuk memutuskan apakah Anda memang harus pindah kerja atau tidak, dilansir dari The Muse berikut ini gejala-gejala yang bisa dipertimbangkan sematang mungkin.

1. Anda malu pada pekerjaan
Apakah Anda percaya pada produk yang dihasilkan perusahaan Anda? Apakah Anda bangga memberi tahu teman dan keluarga Anda apa yang Anda lakukan dan di mana Anda bekerja?

Saya percaya bahwa kita semua berada dalam misi membangun karier yang bisa kita banggakan. Salah satu cara untuk melakukannya adalah mengubah pola pikir berkenaan dengan pekerjaan Anda. Tanyakan kepada diri sendiri, "Siapa yang dilayani perusahaan saya? Bagaimana pelanggan saya mendapatkan keuntungan dari produk dan layanan kami? Bagaimana pelanggan hidup lebih baik sebagai hasil dari apa yang saya lakukan? "

Jika Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan tetap tidak dapat menemukan makna atau tujuan yang lebih dalam dalam pekerjaan Anda, itu adalah pertanda yang cukup besar.

2. Tidak akan memperkerjakan diri Anda untuk pekerjaan Anda
Terdengar membingungkan? Sebenarnya , tidak ada satu pun orang yang betul-betul memenuhi syarat untuk pekerjaan mereka. Selalu ada ruang untuk belajar, bahkan untuk orang yang paling terampil sekalipun. Jika Anda adalah atasan, maukah Anda mempekerjakan diri Anda untuk melakukan pekerjaan yang sekarang cilakukan? Jika tidak, mengapa?

Apapun jawaban untuk pertanyaan ini akan mengungkapkan beberapa hal. Pertama, ini akan mengungkapkan beberapa kemungkinan kesenjangan dalam keterampilan atau sikap yang harus Anda hadapi agar berhasil dalam pekerjaan. Kedua, ini akan menjadi indikator keinginan untuk melakukan apa yang diperlukan untuk menjadi "calon pegawai yang baik" untuk pekerjaan Anda.

Terkadang, bagian yang hilang yang kita butuhkan untuk menjadi sukses bukanlah hal-hal yang dapat atau sedang kita kerjakan. Jika ini yang terjadi, energi Anda akan lebih baik dihabiskan dalam pekerjaan di mana Anda ingin menginvestasikan waktu dan energi dalam pengembangan pribadi dan karir.

3. Anda terus - menerus bosan
Jika sering bosan, Anda berada dalam kondisi tidak tertantang dan yang lebih buruk lagi: Anda sedang tidak belajar secara keseluruhan. Jika Anda tidak belajar, Anda tidak tumbuh. Jika Anda tidak tumbuh, Anda menjadi tumpul, dan kemampuan Anda makin kurang dan kurang berguna di pasar yang semakin kompetitif.

Kebosanan tidak dapat dihindarkan, tapi penting bahwa ini bukan masalah jangka panjang. Jika tidak merasakan semangat, tidak ada pembelajaran di tempat kerja, dan Anda tidak dapat ambil bagian di proyek baru yang akan membuat Anda keluar dari zona nyaman, inilah saatnya untuk sebuah perubahan.

4. Anda tidak akan memilih pekerjaan Anda lagi
Kita memilih jurusan saat kita kuliah, mendapatkan pekerjaan, dan terkadang tidak pernah meninggalkan jalur karir selama bertahun-tahun. Pilihan yang kita buat saat kita remaja tidak mesti mewakili apa yang kita lakukan selama sisa hidup kita. Nilai kita berubah saat kita bertambah tua dan kita perlu membangun karir baru sesuai dengan nilai-nilai itu.

Jika harus memilih pekerjaan Anda sekarang, maukah  memilih bidang yang sama dengan yang dipilih hari ini? Maukah Anda memilih perusahaan yang sama? Maukah Anda memilih pekerjaan yang sama? Jika Anda tidak mau ambil bagian dalam masalah Anda sekarang, ada baiknya bertanya pada diri sendiri "Mengapa?"

5. Anda tidak menghormati bos Anda
Rasa hormat tidak ada hubungannya dengan jika menurut Anda atasan lebih pintar dari Anda atau tidak. Menghormati adalah menghargai apresiasi atasan. Rasa hormat bisa datang bahkan bagi orang yang tidak selalu sepakat dengan Anda.

Terkadang, tindakan (atau kelambanan) atasan bisa membuat Anda kehilangan rasa hormat. Mungkin Anda tidak setuju dengan bagaimana mereka memperlakukan anggota tim. Mungkin Anda tidak suka ragu-ragu. Mungkin Anda tidak menyukai gaya kepemimpinan mereka. Mungkin Anda tidak berpikir mereka memiliki tenaga kuda intelektual yang dibutuhkan untuk berada dalam pekerjaan mereka. Pepatah mengatakan: kebanyakan orang tidak meninggalkan perusahaan, mereka meninggalkan bos.

6. Anda di sana untuk mendapatkan uang
Jika  memenangkan undian, maukah Anda melakukan jenis pekerjaan yang Anda lakukan hari ini? Kebanyakan orang akan menjawab: pastinya tidak.

Pikirkan apakah Anda masih akan melakukan jenis pekerjaan yang sama seperti yang dilakukan sekarang. Jika jawabannya adalah dengan antusiasme "iya!" - Anda tahu berada di jalur karir yang benar. Jika tidak, mungkin perlu melakukan pencarian untuk mengetahui jalur karir jangka panjang Anda.

TABLOIDBINTANG

Baca juga:
Bawa Anjing ke Kantor, Manfaatnya Genjot Produktivitas
Nilai Biasa Saja, Tapi Hidupnya Lebih Sukses, Apa Sebabnya?
7 Fakta Negatif Bekerja di Malam Hari






Bukan Cuma Butuh Skill, Ini Tips Bangun Karier untuk Generasi Muda

25 hari lalu

Bukan Cuma Butuh Skill, Ini Tips Bangun Karier untuk Generasi Muda

Generasi muda saat ini dinilai sudah banyak yang memiliki skill baik. Simak tips penting yang perlu dilatih untuk bangun bisnis sendiri.


Cerita Florence Pugh Banyak Orang Ingin Mengubah Dirinya di Awal Karier

29 hari lalu

Cerita Florence Pugh Banyak Orang Ingin Mengubah Dirinya di Awal Karier

Florence Pugh mengawali karier di industri film sejak berusia 19 tahun


Paulina Porizkova Cerita Perubahan Hidupnya Semakin Tua Semakin Keren

35 hari lalu

Paulina Porizkova Cerita Perubahan Hidupnya Semakin Tua Semakin Keren

Paulina Porizkova berterus terang tentang penuaan, bahwa dia memiliki kerutan dan tidak membuatnya terlihat jelek


Eva Mendes Selektif Pilih Proyek Film agar Bisa Lebih Banyak Waktu Bersama Anak

50 hari lalu

Eva Mendes Selektif Pilih Proyek Film agar Bisa Lebih Banyak Waktu Bersama Anak

Eva Mendes memiliki dua putri dengan Ryan Gosling, dia selektif terima proyek film dan memilih bisnis yang lebih fleksibel.


Constance Wu Menjadi Ibu Memperbaiki Hubungan yang Renggang dengan Ibunya

51 hari lalu

Constance Wu Menjadi Ibu Memperbaiki Hubungan yang Renggang dengan Ibunya

Constance Wu mengungkapkan lebih banyak detail dari memoar barunya yang sangat pribadi Making a Scene


Tak Menemukan Kebahagiaan dalam Pencapaian Bekerja, Apa Itu Arrival Fallacy?

29 September 2022

Tak Menemukan Kebahagiaan dalam Pencapaian Bekerja, Apa Itu Arrival Fallacy?

Arrival fallacy biasanya hanya memiliki pola pikir berorientasi pencapaian bekerja


Pencapaian Bekerja Keras dan Uang Apakah Pasti Kebahagiaan?

29 September 2022

Pencapaian Bekerja Keras dan Uang Apakah Pasti Kebahagiaan?

Arrival fallacy sebutan dalam Bahasa Inggris untuk menggambarkan tujuan yang tercapai setelah bekerja keras tak ada rasa bahagia


Bagi Charlize Theron Menjadi Ibu Lebih Penting daripada Ketenaran

23 September 2022

Bagi Charlize Theron Menjadi Ibu Lebih Penting daripada Ketenaran

Charlize Theron merasa lebih tertantang membuat roti panggang seenak buatan tetangganya


Cerita Brooke Shields Mendirikan Perusahaan di Usia 57 dan Mematahkan Stigma Penuaan

21 September 2022

Cerita Brooke Shields Mendirikan Perusahaan di Usia 57 dan Mematahkan Stigma Penuaan

Brooke Shields juga ingin mengubah status quo di ruang kecantikan, terutama jika menyangkut terminologi seputar penuaan


Gisele Bundchen Ingin Tom Brady Ikut Andil Mengasuh Anak-anaknya

14 September 2022

Gisele Bundchen Ingin Tom Brady Ikut Andil Mengasuh Anak-anaknya

Rumor keretakan rumah tangga antara Tom Brady dan Gisele Bundchen meningkat bulan lalu