Badan Bengkak, Cek Apakah karena Retensi Air

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi kaki bengkak. mumsnet.com

TEMPO.CO, Jakarta - Retensi air merupakan kelebihan cairan yang tertahan di beberapa bagian tubuh sehingga menimbulkan pembengkakan, seperti kaki, tangan, dan mata kaki. Kondisi ini tentu mengganggu pergerakan tubuh.

Ada beberapa penyebab retensi air. Dari reaksi terhadap air panas, kehamilan, salah makan, sampai kebanyakan mengonsumsi garam. Bila penyebabnya bukan masalah kesehatan, retensi air bisa diatasi dengan cara sederhana seperti dikutip Tempo dari Hello berikut ini.

1. Kurangi garam

Konsumsi garam yang tinggi adalah penyebab paling umum terjadinya retensi air. Sebab, sodium menyatu dengan air di dalam tubuh dan membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam serta luar sel-sel.

2. Minum lebih banyak

Retensi air juga bisa terjadi akibat kurang minum. Tubuh tak tahu kapan akan mendapatkan tambahan air sehingga menahan air yang sudah ada. Untuk membantu ginjal membuang kelebihan cairan, minum air putih lebih banyak.

3. Olahraga

Olahraga terbukti sangat ampuh mengusir kelebihan air. Beraktivitas seperti bersepeda, lari, jalan kaki, dan aerobik membantu membuang kelebihan sodium dari tubuh dalam bentuk keringat.

4. Perbanyak potasium




Potasium adalah mineral penting dalam mengatur kadar air dalam tubuh. Kekurangan potasium dan kebanyakan sodium dapat menyebabkan retensi air. Untuk mengatasinya, konsumsi sayuran dan buah yang kaya potasium, seperti pisang, alpukat, kentang, dan jeruk.

5. Kurangi kafein

Kurangi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. Selain itu, minuman beralkohol karena dapat menyebabkan dehidrasi dan kemudian retensi air.

PIPIT

Berita lainnya:

Apakah Karier dan Zodiak Kamu Sudah Klop? Cek di Sini

Marak Remaja Menjadi Anggota Gangster, Apa Sebabnya?
Cita-cita Julia Perez yang Tertunda, Bangun Musala dan Kuliah S2






5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

5 jam lalu

5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

Mengonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi dari waktu ke waktu dapat mencapai tingkat racun atau berbahaya dalam tubuh.


Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

13 jam lalu

Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan BPA dapat berdampak pada kesehatan manusia dengan berbagai cara.


Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

1 hari lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

3 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

3 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

3 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

4 hari lalu

Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Mengonsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Berikut jumlah ideal gula yang bisa dikonsumsi dalam sehari.


3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

5 hari lalu

3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.


Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

6 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

Teh matcha, yang memiliki kandungan kafein dan antioksidan lebih banyak daripada teh hijau, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?


DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

7 hari lalu

DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

DKI Jakarta menargetkan penurunan 41 persen polutan berbahaya PM2,5 pada 2030 melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara.