Mengapa Makanan Selingan Penting untuk Bayi? Ini Kata Pakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bayi Makan. vividbaby.com

    Ilustrasi Bayi Makan. vividbaby.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Makanan kecil atau selingan ternyata juga bisa membantu menstimulasi motorik halus anak, selain melengkapi nutrisi harian. Praktisi kesehatan anak Margareta Komalasari mengatakan sebanyak 30 persen nutrisi harian bayi usia 8 bulan ke atas yang diperoleh dari makanan pendamping ASI diberikan dalam bentuk makanan selingan.

    Selain kedua manfaat di atas, makanan selingan juga dapat membantu melatih kemandirian sejak dini. “Orang tua perlu memilih makanan selingan yang tepat untuk si kecil, baik dari segi kandungan gizi, tekstur, rasa, dan jenisnya," ujarnya, Rabu, 7 Juni 2017.

    Memasuki usia 7 bulan, bayi mulai mampu mengkoordinasikan gerak motorik halus, seperti meraih, mengambil, dan memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain dengan baik serta menjepit benda dengan kedua jarinya. Periode ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk memegang dan melepas makanan semakin berkembang.

    Dalam fase ini, orang tua dapat memberikan stimulasi berupa finger food dengan ukuran dan tekstur yang tepat sebagai makanan selingan. Ukuran sebaiknya agak kecil tetapi mudah meleleh dalam mulut agar bayi tidak tersedak.

    ADVERTISEMENT

    Stimulasi ini bisa berdampak pada perkembangan kemandirian makan dan kemampuan memegang alat tulis hingga kemampuan menulis di kemudian hari.

    BISNIS

    Artikel lain:
    5 Langkah Merawat Rambut ala Kate Middleton
    Fakta Dibalik Pasangan yang Selalu Tampak Mesra
    Gara-gara Anoreksia, Putri Victoria dari Swedia Bertemu Jodoh


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji