Anak Disabilitas, Orang Tua Berhenti Bekerja! Ini Sebabnya

Reporter

Ilustrasi penyandang cacat / kaum difabel. REUTERS/Rafael Marchante

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam sebuah survei, lebih dari 30 persen orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus meninggalkan pekerjaan mereka. Survei tersebut dilakukan The National Survey of Children With Special Health Care Needs.

Ada alasan sendiri yang diungkapkan orang tua untuk mengambil keputusan berat tersebut. Berikut beberapa alasannya, seperti dilansir The Mighty.

1. Kurangnya fasilitas untuk anak dengan disabilitas
Seseorang harus bertanggung jawab menjaga anak ketika kita bekerja, bisa  perawat, home daycare, pengasuh, atau anggota keluarga. Bagi keluarga yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus, menemukan pengasuhan sehari-hari yang tepat sangat sulit.

Banyak fasilitas tempat penitipan anak biasa yang tidak mengakomodasi anak disabilitas dan memiliki kebutuhan yang sangat kompleks. Perawat atau pengasuh memungkinkan, tapi biaya untuk memperkerjakan ahli tentunya tidak sedikit.

2. Memiliki banyak janji pertemuan
Anak dengan kebutuhan khusus sering perlu bertemu dengan banyak ahli atau dokter secara rutin di klinik. Mereka butuh terapi yang harus dilakukan secara berkala, bahkan dalam setiap minggunya. Bahkan beberapa keluarga tak pernah tidak pergi ke rumah sakit dalam satu bulan. Itu sebabnya komitmen dengan organisasi atau pekerjaan yang memiliki jadwal yang padat menjadi tidak memungkinkan bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

3. Banyak kejadian tidak terduga
Seiring perkembangan seorang anak, banyak kejadian darurat yang tidak terduga dan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus harus sigap dan siap sedia setiap saat.

4. Setiap karyawan bisa diganti begitu saja
Kenyataan pahit dalam dunia kapitalis adalah bahwa setiap karyawan bisa tergantikan. Dunia yang bergerak semakin cepat dan perkembangan segala sesuatu yang dinamis, juga kurangnya kepuasan pegawai serta hanya memikirkan keuntungan, mendukung pernyataan itu. Jika seseorang tidak bisa mengikuti ritme dunia kerja yang seperti itu, korporasi (yang hanya memikirkan laba) tidak sungkan mengganti karyawannya dengan yang baru. Terlebih, semakin banyak tenaga kerja yang memiliki kompetensi baik di pasaran.

5. Butuh banyak waktu merencanakan perawatan
Terus-menerus berbicara di telepon dan berhubungan dengan banyak orang bisa menyita waktu. Untuk mengkordinasikan dan mengatur kebutuhan hidup sehari-hari, manusia sekarang sangat bergantung pada telepon dan butuh waktu yang banyak untuk melakukannya.

Ada banyak obat-obatan yang harus dipesan, asuransi yang harus diklaim, peralatan kesehatan, terapi, janji bertemu dengan ahli yang harus diperbarui. Pekerjaan rumah bisa jadi lebih banyak dan urusan birokrasi untuk mendapatkan pelayanan terbaik bagi anak bisa jadi menguras energi.

TABLOIDBINTANG

Artikel lain:
Gara-gara Anoreksia, Putri Victoria dari Swedia Bertemu Jodoh
Fakta Dibalik Pasangan yang Selalu Tampak Mesra
Masihkah Istri Mencintai Anda? Cek 10 Tandanya






7 Aturan Gaya Pola Asuh yang Harus Diikuti Keluarga Kerajaan Inggris

9 hari lalu

7 Aturan Gaya Pola Asuh yang Harus Diikuti Keluarga Kerajaan Inggris

Pembaptisan anak hingga larangan untuk berbicara keras di depan umum, inilah 7 pola asuh anak yang harus ditaati oleh keluarga Kerajaan Inggris.


4 Jenis Pola Asuh Anak dan Dampaknya

10 hari lalu

4 Jenis Pola Asuh Anak dan Dampaknya

Dalam psikologis, dikenal 4 gaya pola asuh anak, yaitu pola asuh otoritatif, otoriter, permisif, dan pengabaian. Berikut adalah penjelasannya.


4 Mitos Pengasuhan Anak alias Parenting yang Harus Anda Tinggalkan

10 hari lalu

4 Mitos Pengasuhan Anak alias Parenting yang Harus Anda Tinggalkan

Seiring perkembangan zaman dan pengetahuan, berikut adalah empat mitos terkait pola asuh anak atau parenting yang sebaiknya Anda tinggalkan.


Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini saat Anak Tantrum

11 hari lalu

Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini saat Anak Tantrum

Tantrum merupakan cara anak-anak kecil mengekspresikan kekesalan atau frustrasi mereka. Ini tahapan khas dalam pertumbuhan anak.


4 Tips Menjadi Ibu Tangguh ala Ayudia C dari Manajemen Waktu hingga Memanfaatkan Teknologi

46 hari lalu

4 Tips Menjadi Ibu Tangguh ala Ayudia C dari Manajemen Waktu hingga Memanfaatkan Teknologi

Ayudia C selalu up to date terhadap perkembangan zaman, untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya


Peran Gaya Parenting: Bisa Bikin Orang Tua Baik atau Buruk di Mata Anak

48 hari lalu

Peran Gaya Parenting: Bisa Bikin Orang Tua Baik atau Buruk di Mata Anak

Menjadi orang tua yang baik adalah impian semua orang, tapi salah memilih gaya parenting bisa menjadikan hal sebaliknya


Cara Menyiapkan Anak Hadapi Tantangan di Masa Datang

57 hari lalu

Cara Menyiapkan Anak Hadapi Tantangan di Masa Datang

Perkembangan dunia sudah sangat pesat dan persaingan pun semakin ketat sehingga anak pun perlu dipersiapkan sejak sekarang untuk menghadapinya.


Gaya Parenting Kristen Bell Memanfaatkan Sistem Pendukung Termasuk dari Serial Kartun

29 Juli 2022

Gaya Parenting Kristen Bell Memanfaatkan Sistem Pendukung Termasuk dari Serial Kartun

Kristen Bell mengatakan dia menghargai pesan yang diambil anak-anaknya dari tema dan cerita Paw Patrol.


Pola Asuh yang Ideal Menurut Dokter Anak

22 Juli 2022

Pola Asuh yang Ideal Menurut Dokter Anak

Bukan yang permisif, bukan pula otoriter. Ini pola asuh yang ideal menurut dokter anak.


Zaskia Adya Mecca Ajarkan Anak Buat Keputusan Sendiri supaya Lebih Mandiri

22 Juli 2022

Zaskia Adya Mecca Ajarkan Anak Buat Keputusan Sendiri supaya Lebih Mandiri

Zaskia Adya Mecca tak ingin menentukan semua hal untuk anaknya hanya karena mereka masih kecil, belum mengerti, atau merasa orang tua yang lebih tahu.