Memulihkan Mental Anak Korban Persekusi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan pada anak. Shutterstock

    Ilustrasi kekerasan pada anak. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Persekusi atau perilaku kesewenangan dan intimidasi terhadap anak berdampak negatif pada kondisi paikologis anak, di mana biasanya anak korban persekusi akan melakukan kekerasan juga terhadap orang lain.

    "Meskipun tidak selalu. Pada beberapa kasus, anak yang menjadi korban kekerasan biasanya akan memiliki kepercayaan diri  yang cenderung rendah," kata Jane Cindy, Psikolog Rumah Sakit Pondok Indah cabang Bintaro saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

    Jane mengatakan, anak akan menjadi minder dan menarik diri dari lingkungan sosialnya.

    Menurut Jane, untuk memulihkan anak korban persekusi, orangtua dapat melakukan beberapa hal, yakni memberikan rasa aman kepada anak, memberikan perhatian dan kasih sayang, menjadi pendengar yang baik bagi anak dan memastikan orangtua selalu ada untuk anak.

    Selain itu, orangtua perlu mengingatkan anak untuk bijak dalam menggunakan media sosial.

    ADVERTISEMENT

    "Sebaiknya orang tua jg perlu memberikan batasan terhadap waktu screen time anak," kata Jane.

    Kemudian, ikutsertakan anak pada kegiatan positif seperti olahraga, kegiatan bermusik, maupun kegiatan lainnya untuk mengisi waktu luang anak.

    "Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi aktivitas sosial media yang dilakukan anak," tambahnya.

    Terakhir, membawa anak ke tenaga profesional seperti psikolog, untuk memeriksa kondisi psikologis anak secara lebih lanjut.

    ANTARA

    Berita lainnya:

    7 Cara Pendekatan yang Bikin Cewek Kesal
    Benda yang Dipakai Wanita Saat Haid Sebelum Ada Pembalut


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?