Walking Drums, Menikmati Brunch di Dalam Kontainer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Walking Drums dari luar. Ika/BITabloidbintang.com

    Pemandangan Walking Drums dari luar. Ika/BITabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kafe Walking Drums di bilangan Pati Unus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini unik. Bangunannya menyerupai kontainer, namun di dalamnya  sangat nyaman. Tidak ada plang nama di depannya dan lokasinya sedikit tertutup rimbunan tanaman. Patokannya, lapangan olahraga Pati Unus. Nah, Walking Drums menempati lahan parkirnya.


    Pemandangan Walking Drums dari luar (Ika/BI)

    Dari luar tampaknya kecil, nyatanya Walking Drums cukup banyak menampung pengunjung. Ada dua area smoking, di depan dengan bangku-bangku kayu dan di belakang dengan sofa serta pemandangan kolam ikan. Bagian dalam kontainer merupakan area non-smoking, dengan banyak bangku sofa dan beberapa bangku kayu. Bangku-bangku ini dijamin hampir semuanya (bahkan semuanya) berpenghuni di pagi hingga siang akhir pekan, saat terselenggara Saturday brunch dan Sunday brunch dengan menu khusus.




    ADVERTISEMENT

    Pilihan biji kopi dan pastry (Ika/BI)


    Disarankan, jika ingin ikut mencicipi hidangan brunch Walking Drumsreservasi tempat. Demi memastikan kenyamanan pengunjung inilah, Walking Drums akhir pekan lalu menambah area makan berbatasan persis dengan lapangan Pati Unus, sehingga dari dalam Anda bisa ikut menyaksikan langsung apa yang terjadi di lapangan.

    Piza jamur yang renyahnya juara (Ika/BI)



    Tidak perlu menanti momen brunch untuk singgah. Hidangan-hidangan reguler Walking Drums tidak hanya lezat, tapi juga terjangkau. Coba piza mushroom & smoked beef (65 ribu rupiah), yang menurut kami kerenyahannya juara dan cukup untuk dikudap 2 atau 3 orang. Nasi goreng kampoeng (45 ribu rupiah) rasanya khas dengan sedikit aroma hangus, yang justru menggoda kita untuk segera menandaskannya.

    Fried Banana dengan saus karamel (Ika/BI)



    Untuk minuman, kopi dibanderol tidak lebih dari 35 ribu rupiah - coba iced latte, yang pekat untuk 32 ribu rupiah. Kalau ingin minum kopi seduh manual, di kassa terpajang beberapa stoples biji kopi dari Indonesia maupun luar negeri, tinggal pilih.

    Iced Matcha Latte favorit (Ika/BI)



    Minuman lain yang disukai banyak orang di sini adalah iced matcha latte (30 ribu rupiah). Sebagai penutup boleh pesan apple cobbler (35 ribu) yang manis dan jarang tersedia di tempat lain atau fried banana (25 ribu), favorit kami yang terdiri dari 10 bulatan kecil pisang goreng dan terhidang dengan saus karamel.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Dapur Panglima, Dapur Maskulin Pelestari Kuliner Lokal
    Fudge Selai Kacang, Permen Empuk untuk Si Kecil   
    Menu Olahan Ayam dan Telur Inovatif di Chicken & Egg Citos




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.