Pengaruh Ibu pada Penampilan Putrinya, Ada Benturan Generasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak berdandan dengan ibunya. Shutterstock

    Ilustrasi anak berdandan dengan ibunya. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang ibu biasanya memiliki pengaruh yang sangat kuat khususnya kepada anak perempuannya dalam urusan penampilan, semisal makeup dan pilihan busana. Ambil contoh keluarga Kardashian.

    Sejak awal, Kris Jenner mengangkat penampilan yang mewah sebagai senjata dalam berkarier. Pemaknaan penampilan mewah itu kemudian menurun kepada kelima anaknya, yakni Kourtney Kardashian, Kim Kardashian, Khloe Kardashian, Kylie Kardashian, dan Kendall Jenner. Tapi anak perempuan Kris Jenner yang lain memilih jalan berbeda yang bertolak belakang dari ibunya.

    Professor linguistik dari Universitas Georgetown, Deborah Tannen mengatakan ibu tak bisa memaksakan gayanya kepada putri-putrinya karena setiap generasi punya pemaknaan masing-masing tentang penampilan. Dia mencontohkan filosofi kecantikan pada masa 1930 sampai 1940-an menunjukkan perempuan cantik itu adalah mereka yang terbiasa berdandan.

    Kemudian lahirlah bintang film seperti seperti Ava Gardner, Judy Garland dan Marilyn Monroe dengan tren Old Hollywood yang sangat klasik. Lantas lahirlah generasi Baby Boomer dan rutinitas kecantikan dasar yang populer pada masanya.

    "Rutinitas kecantikan dasar adalah penampilan dengan riasan minimalis," ujar Christiane Northrup, penulis Goddesses Never Age. Yang terjadi saat itu, menurut Northrup, generasi Baby Boomer menentang apa yang mereka lihat sebagai pembatasan yang dilakukan orang tuanya.

    Psikiater SuEllen Hamkins mengatakan gagasan tentang kecantikan pada setiap perempuan itu penting untuk identitas masing-masing. Jadi, cara seorang anak perempuan mengaplikasikan makeup -entah minimalis maupun glamor, merupakan cermin dia menghargai diri sendiri dan membentuk karakternya. "Setiap individu punya strategi kecantikan berbeda, begitu pula dengan ibu dan putrinya," ujarnya.

    Dari sudut pandang ibu, dia pasti menginginkan segala sesuatu pada putrinya berjalan dengan baik, termasuk soal penampilan. Sebab itu, ibu merasa wajib memberitahu anak perempuannya apa yang pantas dan tidak pantas dikenakan. Misalnya, rambut putrinya sudah terlalu panjang, kurang cocok memakai celana hingga akhirnya membelikan rok, dan lainnya. Dan sebagai anak, adalah baik mendengarkan nasihat ibu ketimbang balik mengkritik atau membantah.

    “Namun wajib diingat kalau ibu dan anak perempuannya harus menghormati pilihan masing-masing," ujar Hamkins. Dengan begitu, dia melanjutkan, hubungan mereka akan semakin dekat meski punya kiblat yang berbeda perihal kecantikan.

    HUFFINGTON POST | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    Basmi Komedo dengan Benang Gigi
    Tip Merawat Kulit di Sela Kesibukan ala Michella Putri
    Lupakan Operasi Plastik, Lakukan Ini Agar Terlihat Awet Muda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.