Pasca Bom di Konser Ariana Grande Bisa Muncul PTSD, Apa Itu?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Ariana Grande saat tertidur di atas bangku pesawat. Instagram.com

    Penyanyi Ariana Grande saat tertidur di atas bangku pesawat. Instagram.com

    TEMPO.COJakarta - Bintang pop Ariana Grande merasa dirinya hancur pasca-ledakan bom bunuh diri yang menewaskan dan melukai penggemarnya dalam konser di Manchester, Inggris.

    "Hancur dari lubuk hati saya. Saya sangat sedih. Saya tidak dapat berkata-kata," cuit Grande dalam akun Twitter pribadinya. Ini tanggapan pertamanya lima jam setelah ledakan di Manchester Arena, Senin malam waktu setempat.

    Tak hanya Ariana, mungkin semua penonton yang selamat dari peristiwa ledakan bom itu juga merasa “hancur”. Merasa stres atau trauma biasa terjadi pada orang-orang yang mengalami peristiwa traumatik semacam ledakan bom dalam konser Ariana Grande itu.

    "Peristiwa traumatik memang biasa terjadi pada seseorang yang terlibat langsung dalam peristiwa tersebut," ujar spesialis kedokteran jiwa dari Klinik Psikosomatik Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Tanggerang, Dr Andri, yang dihubungi Tempo, Selasa sore, 23 Mei 2017. “Mereka yang terlibat langsung biasanya mengalami stres pascatrauma atau posttraumatic stress disorder alias PTSD.”

    Beberapa gejala yang muncul biasanya adalah mengalami kembali (re-experience), ada gejala flash back (mengingat potongan-potongan peristiwa tersebut), juga ada gejala yang terkait dengan kecemasan, seperti panik yang ditandai dengan sesak napas tiba-tiba, jantung berdebar, dan keluar keringat dingin.

    Disebutkan Andri, PTSD dapat didiagnosis jika setelah satu bulan peristiwa tersebut, seseorang masih mengalami gejala-gejala itu. “Jika gejala-gejala tersebut muncul di awal kejadian, sebelum sebulan pasca-kejadian, kondisi itu disebut stres akut,” katanya.

    Tidak ada efek fatal dari kondisi tersebut menurut Andry. “Tapi kondisi itu bisa mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari, misalnya tidak mau ke luar rumah, ketakutan sendirian, dan biasanya menghindari tempat kejadian,” tuturnya.

    Belum jelas apakah Ariana Grande mengalami stres akut atau tidak. Yang pasti, konser lanjutan yang rencananya diselenggarakan di O2 Area, London, terpaksa dibatalkan.

    SUSAN

    Baca juga:
    Fudge Selai Kacang, Permen Empuk untuk Si Kecil  
    Keterampilan Sosial Anak Dipengaruhi Usia Sang Ayah
    Begini Trik Dik Doank Membangun Karakter Si Kecil  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.