3 Restoran di Angkasa, Tamu Makan Sambil Terbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tamu duduk sambil menikmati makanan di meja makan yang diangkat crane di Brussels, Belgia, 1 Juni 2016. Para tamu menikmati

    Sejumlah tamu duduk sambil menikmati makanan di meja makan yang diangkat crane di Brussels, Belgia, 1 Juni 2016. Para tamu menikmati "Dinner in the Sky" dengan ketinggian 40 meter. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Jakarta - Jangan pernah coba-coba makan di tiga restoran ini jika kamu takut ketinggian. Memang tampaknya mengasyikkan makan di langit sambil menikmati pemandangan dan pasti asyik juga buat berfoto.

    Berikut ini tiga restoran yang akan membawa pengunjungnya ke langit untuk menikmati hidangan mereka, seperti dikutip dari Travelounge:
     
    1. Brussels in The Sky

    Sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Brussels, Belgia, terdapat restoran berkonsep sky bar yang cukup gila. Pengunjung diajak naik crane yang disulap layaknya ruang makan berkapasitas 21 orang. Crane tersebut bakal membawa pengunjung melesat ke ketinggian 45 meter. Setiap orang diikat dengan sabuk pengaman untuk menjamin keselamatan.

    Para tamu akan menyantap hidangan sambil melihat lanskap kota, rumah kecil-kecil, atau meneropong aktivitas di gedung-gedung gergasi dari ketinggian. Kalau malam, mata akan dimanjakan dengan panorama romantis berupa penda-pendar lampu.

    Uniknya, makanan akan tersaji segar karena para koki memasaknya di dek yang sama. Biayanya sekitar Rp 200 juta untuk satu grup besar per sesi dengan waktu 8 jam. Harga sudah termasuk makanan, servis, dan asuransi. Hanya digelar saat musim panas atau April hingga September.

    ADVERTISEMENT

    2. London in The Sky

    Di London, posisi crane lebih tinggi ketimbang di Brussels, yakni mencapai 48,7 meter. Jumlah tamu sebanyak 21 orang dan mereka diikat sabuk pengaman. Ada kanopi di bagian atas supaya para tamu tidak kepanasan.

    Restoran ini didirikan oleh David Ghysels pada 2006. Makanan dan minuman yang tersaji dibuat koki pilihan yang memasak secara langsung di lokasi. Tak hanya bsia menikmati Kota London yang indah, tamu dapat menyaksikan hiburan khusus, seperti permainan piano. Asalkan, mereka mau menambahkannya dalam daftar permintaan kepada pihak restoran. Bisa juga meminta grup akustik tampil di crane. “Fasilitas apapun bisa diminta. Namun satu-satunya yang tidak dapat dihadirkan adalah kamar mandi,” kata David.

    Digelar pada musim panas, seperti Juni hingga Agustus, jadwalnya bisa ditengok di Eventsunthesky.co.uk. Biaya per orang berkisar Rp 700 ribu hingga Rp3 juta. Lokasinya di Rootstein Hopkins Parade Ground, Chelsea College of Arts, 16 John Islip Street.

    3. Malaysia in The Sky

    Konsep makan sambil terbang ini memang belum ada di Indonesia. Tapi bila penasaran, Anda bisa ke Malaysia. Memang tidak digelar setiap hari. Paling tidak dalam satu bulan diadakan satu kali acara dan setiap bulan menunya berbeda. Bisa juga sesuai dengan permintaan tamu.

    Hal yang paling menarik dari tur kuliner Malaysia in The Sky ini sejatinya adalah lanskap yang ditawarkan. Tamu akan menyantap sajian tepat di depan Menara Petronas. Bangunan ikonik itu rasanya hanya berjarak sejengkal dari pandangan. Mereka bisa berfoto dengan latar belakang yang menarik. Harga yang ditawarkan Rp 750 ribu per orang.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Berita lainnya:
    Jenis Teh yang Tak Disarankan untuk Berbuka Puasa
    4 Mitos Pakai Kondisioner, Bikin Rambut Berminyak dan Lepek?
    Bagian Tubuh Mana yang Pertama Dibersihkan? Itulah Kepribadianmu


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.