Rajin Sikat Gigi tapi Tetap Sakit Gigi, Mengapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita dan sikat gigi. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita dan sikat gigi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebiasaan malas menyikat gigi bisa membuat gigi rusak. Namun, mereka yang rajin menyikat gigi pun tidak terlepas dari risiko kerusakan gigi. Penyebabnya tidak lain karena cara menyikat gigi yang salah.

    Kebanyakan orang percaya menyikat gigi kuat-kuat akan membersihkan gigi dari sisa makanan. Memang tidak salah, tapi risiko kerusakan gigi lainnya justru muncul.

    "Kebiasaan menyikat gigi terlalu keras akan menyebabkan lapisan terluar gigi (email) terkikis Sehingga lapisan dalam (dentin) terekspos," ujar dokter gigi Melisa, yang praktik di Bogor Dental Center.

    Dentin yang terekspos akan menyebabkan timbulnya rasa ngilu saat minum dingin atau menyantap makanan manis dan asam. Inilah kondisi yang kemudian disebut dengan gigi sensitif, salah satu jenis kerusakan gigi yang sama menyiksa walau tidak kasatmata seperti halnya gigi berlubang atau keropos.

    "Cara menyikat gigi sehari-hari perlu diperbaiki, yaitu dengan cara mengusapkan sikat dari arah gusi ke gigi, bukan naik-turun melainkan satu arah," kata Melisa menjelaskan.

    "Kalau gigi atas, maka gerakannya dari atas ke bawah. Kalau gigi bawah, gerakannya dari bawah ke atas. Sedangkan untuk permukaan kunyah, bisa dilakukan gerakan maju-mundur. Tidak perlu terburu-buru melakukannya, sikatlah gigi selama dua menit," ujarnya.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Artikel lain:
    Kiat Menenangkan Anak yang Rewel karena Terkena Eksim
    3 Rahasia Weekend Menjadi Sempurna
    Apakah Kekasihmu Pria Gentleman, Cek 7 Ciri-cirinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.