Apapun Alasannya, Hindari Minuman Energi saat Berolahraga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi menyiram air untuk mengurangi dampak dehidrasi. Shutterstok

    ilustrasi menyiram air untuk mengurangi dampak dehidrasi. Shutterstok

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pakar kesehatan selalu menyarankan kita untuk tetap terhidrasi saat berolahraga dan tak lupa beristirahat di sela aktivitas fisik itu. Sayangnya, banyak orang yang lebih memilih menghidrasi diri dengan minuman berenergi, bukan air putih atau minuman yang mengandung elektrolit.

    Kita harus memahami bahaya minuman berenergi, baik saat meminumnya untuk kesenangan atau menghilangkan haus saat berolahraga. Dalam sebuah riset, para peneliti mendapati minuman dengan kafein tinggi ini sebenarnya mempengaruhi perubahan aktivitas elektrik jantung. Baca: Peneliti Sebut Minuman Energi Bisa Sebabkan Sakit Jantung

    Hasil riset menunjukkan, banyak orang yang mengalami masalah jantung setelah menenggak beberapa macam minuman berenergi sekaligus. Seperti dilansir Foxnews, beberapa anak dan orang dewasa memiliki pengalaman masalah jantung yang mengancam hidup mereka. Seorang pemuda sampai mendapatkan perawatan medis setelah menenggak delapan kemasan minuman berenergi. Baca juga: Hati-hati, Minuman Berenergi Berpotensi Merusak Hati

    Setelah diperiksa, para dokter tak menemukan sesuatu yang salah pada anak muda ini. Pada tubuhnya hanya ditemukan kadar kafein dan taurin atau zat perangsang yang biasa digunakan minuman berenergi, yang tinggi dan membuat pembuluh darahnya tersumbat akibat terlalu merangsang tubuhnya dengan minuman berkafein.

    ADVERTISEMENT

    Minuman berenergi berdampak pada tubuh manusia, terutama saat cuaca panas. Selain itu, dalam setiap kaleng minuman terkandung gula yang tinggi, mencapai 50 gram, yang bisa menyebabkan berat badan naik, gigi rusak, dan glukosa darah tinggi. Kadar gula tersebut melebihi kebutuhan gula harian pria dan wanita sehingga bisa menyebabkan diabetes.

    Selain bersifat diuretik karena mengandung kafein, minuman berenergi juga bisa mempercepat irama jantung sehingga menaikan tekanan darah. Dalam setiap kaleng terkandung 40-500 miligram kafein atau setara dengan 4-5 cangkir kopi.

    Jadi saat berolahraga, pilihlah air putih. Asosiasi Dokter Anak Amerika Serikat sudah memperingatkan anak-anak tak boleh mengkonsumsi minuman berenergi apapun alasannya.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    Untuk Tubuh Sehat, Tidak Cukup Olahraga 30 Menit


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...