Ada Istilah Green Parenting, Apa Itu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    Ilustrasi Ibu menyusui. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Urusan pola asuh kini bukan sekadar mencukupi kebutuhan gizi dan membentuk karakter anak, namun juga bagaimana orang tua menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Sebab itu, kini masarakat mulai mengenal pola asuh yang ramah lingkungan atau green parenting.

    Penulis buku Raising Baby Green dan Feeding Baby Green, Dr. Alan Greene M.D., mengatakan pola asuh ramah lingkungan berfokus pada tiga hal, yaitu apa yang masuk ke mulut bayi, apa efek pada kulitnya, dan bagaimana udara yang dihirup bayi Anda.

    Kiat pertama menjalani green parenting adalah produk sayuran terbaik tumbuh dari tanah yang sehat. Bayi sehat pun lahir dari lingkungan yang sehat, yaitu tubuh Anda. Dengan menimimalisir paparan racun pada tubuh sebelum dan semasa kehamilan, secara tidak langsung Anda sedang menumbuhkan benih bayi yang sehat.

    Setelah bayi dilahirkan, gaya hidup ramah lingkungan bisa dilanjutkan dengan memberikan ASI secara eksklusif yang dilanjutkan dengan pemberian makanan sehat–diutamakan organik.

    Mengapa ASI mendukung gaya hidup ramah lingkungan? Pemberian ASI berpotensi mengurangi tingkat penggunaan antibiotik karena ASI mengandung antibodi yang meningkatkan daya tahan tubuh anak.

    Bagaimana jika anak jatuh sakit? aktris Hollywood, Kristen Bell, 36 tahun, yang juga ibu dari dua anak menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan memberi kiat menggunakan minyak oregano sebagai pengganti antibiotik.

    “Rasanya sangat tidak enak. Anak-anak tidak mau meminumnya, jadi saya membalurkan di kaki atau ketiak mereka. Tapi itu benar-benar ampuh, ketika minyaknya terserap, bisa membunuh bakteri di dalam tubuh Anda,” kata bintang film Veronica Mars itu.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    3 Cara Sederhana Mengusir Perasaan Cemas 

    ASIP Boleh Masuk Pesawat, Ini Peraturannya
    Irfan Hakim Ditegur Si Bontot, Jadi Iri Sekaligus Bersyukur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.